UIN Walisongo Online, Semarang — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang sebagai leading sector bersama sejumlah mitra melaksanakan kegiatan Penanaman Mangrove di Pantai Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program pengabdian kepada masyarakat “Pengelolaan Sumberdaya Biomaritim Berkelanjutan Masyarakat Pesisir Pantai Utara Jawa (PANTURA)” yang dibiayai melalui BOPTN Tahun 2026.
Sebanyak 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora ditanam dalam kegiatan tersebut. Aksi ini diikuti kurang lebih 160 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, meliputi akademisi, mahasiswa, praktisi lingkungan, komunitas, dan masyarakat umum.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi FST UIN Walisongo Semarang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, LPUBTN Keuskupan Agung Semarang, dan Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) Soegijapranata Catholic University (SCU). Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Kelurahan Mangkang Kulon serta tokoh masyarakat dan pegiat konservasi mangrove setempat.
Dalam kegiatan tersebut hadir Dekan FST UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., Subkoordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati DLH Kota Semarang Indriana Puspita Widyasari, S.T., M.T., Lurah Mangkang Kulon Tyas Astuti, S.H., M.M., serta tokoh masyarakat sekaligus pegiat konservasi mangrove Ferry Agung Istiasmara. Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman, S.E., M.M. (Pilus) turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag. menyampaikan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia. Kepedulian terhadap lingkungan, menurutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menanam dan merawat pohon.
Ia juga menyampaikan bahwa menanam pohon memiliki nilai penting dalam ajaran Rasulullah. Karena itu, kegiatan penanaman mangrove tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan ekologis, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi lingkungan serta generasi mendatang.
“Menjaga alam merupakan tanggung jawab kita bersama. Menanam pohon adalah salah satu bentuk nyata kepedulian kita terhadap lingkungan dan kehidupan generasi yang akan datang.”

Kolaborasi Lintas Sektor dan Kelompok Masyarakat
Indriana Puspita Widyasari, S.T., M.T., Subkoordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dan berbagai pihak dalam upaya menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.
Dukungan juga disampaikan oleh Tyas Astuti, S.H., M.M., Lurah Mangkang Kulon. Kelurahan Mangkang Kulon menyambut baik kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam upaya menjaga lingkungan di wilayah pesisir.
DLH Kota Semarang dan Kelurahan Mangkang Kulon berharap perguruan tinggi dapat terus aktif melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya melalui kegiatan penanaman, tetapi juga melalui edukasi, penelitian, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) Soegijapranata Catholic University (SCU) turut berkontribusi sebagai bagian dari tim pengabdian masyarakat. Keterlibatan FITL SCU menjadi bentuk kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung kegiatan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Kolaborasi tersebut memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk saling memperkuat kontribusi melalui pengetahuan, pengalaman, dan aksi nyata di lapangan. Sementara itu, LPUBTN Keuskupan Agung Semarang turut menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program pengabdian dan penguatan pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan, Ferry Agung Istiasmara, tokoh masyarakat sekaligus pegiat konservasi mangrove setempat, turut berperan sebagai mitra kegiatan. Ferry membantu memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sekaligus memberikan arahan langsung kepada peserta mengenai teknik penanaman mangrove, mulai dari penempatan bibit hingga cara memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik sesuai kondisi kawasan.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut juga mendapat dukungan dari Kadar Lusman, S.E., M.M. (Pilus), Ketua DPRD Kota Semarang. Dukungan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap kegiatan yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan pesisir. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap keberlanjutan kawasan pesisir Kota Semarang.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam mempertemukan pengetahuan akademik, kebijakan dan program pemerintah, serta pengalaman masyarakat di lapangan.

1.000 Bibit Rhizophora untuk Pesisir yang Lebih Lestari
Penanaman 1.000 bibit Rhizophora merupakan salah satu bentuk implementasi program “Pengelolaan Sumberdaya Biomaritim Berkelanjutan Masyarakat Pesisir Pantai Utara Jawa (PANTURA)” yang dibiayai melalui BOPTN Tahun 2026.
Program ini diarahkan untuk mendorong pengelolaan sumber daya biomaritim yang berkelanjutan dengan memperhatikan keterkaitan antara kelestarian ekosistem dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan penanaman mangrove, pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam bentuk aksi penanaman, tetapi juga melalui proses membangun kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.
Dengan melibatkan sekitar 160 peserta, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, pemerintah, praktisi, komunitas, dan masyarakat umum.
FST UIN Walisongo Semarang sebagai leading sector, bersama DLH Kota Semarang, LPUBTN Keuskupan Agung Semarang, FITL SCU, Kelurahan Mangkang Kulon, pegiat konservasi, serta masyarakat, berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir Pantai Utara Jawa.


