UIN Walisongo Kukuhkan 10 Guru Besar,Tegaskan Komitmen Kampus Unggul dan Bereputasi Global

UIN Walisongo Online, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan menggelar pengukuhan sepuluh guru besar pada Sabtu (14/2/2026) di Gedung Tgk Ismail Yaqub. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kapasitas akademik sekaligus penegasan komitmen UIN Walisongo sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang unggul dan berdaya saing.

Sepuluh akademisi yang akan dikukuhkan adalah Prof. Dr. H. Abdul Muhaya, M.A. sebagai Guru Besar bidang Tasawuf Falsafi; Prof. Dr. H. Safii, M.Ag. sebagai Guru Besar bidang Teologi Islam Indonesia; Prof. Dr. M. Mudhofi, M.Ag. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kalam; Prof. Dr. H. Ali Imron, S.Ag., S.H., M.Ag. sebagai Guru Besar bidang Hukum Perdata Islam; Prof. Dr. Ali Murtadho, M.Ag. sebagai Guru Besar bidang Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam; Prof. Dr. Hj. Fihris, M.Ag. sebagai Guru Besar Pendidikan Islam Multikultural; Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag. sebagai Guru Besar Manajemen Pendidikan Islam; Prof. Dr. Fatkuroji, M.Pd. sebagai Guru Besar bidang Manajemen Pemasaran Pendidikan; Prof. Dr. H. A. Umar, M.A. sebagai Guru Besar bidang Kepakaran Manajemen Madrasah; serta Prof. Dr. H. Najahan Musyafak, MA., CAH sebagai Guru Besar bidang Ilmu Komunikasi.

Kesepuluh sosok tersebut dikenal sebagai akademisi dengan komitmen dan integritas tinggi di bidang keilmuan masing-masing. Jejak rekam penelitian, publikasi ilmiah, serta kiprah pengabdian kepada masyarakat yang telah mereka torehkan memberikan kontribusi signifikan, baik pada level nasional maupun internasional.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., menyampaikan rasa bangga dan hormat atas capaian para guru besar yang akan dikukuhkan. “Sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, saya merasa terhormat dan bahagia bisa menyaksikan serta mengapresiasi pencapaian yang luar biasa ini. Kami percaya bahwa pengukuhan ini semakin memperkuat posisi UIN Walisongo sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berkomitmen menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Mukhsin Jamil, M.Ag., menegaskan bahwa pengukuhan sepuluh guru besar ini merupakan penambahan yang sangat signifikan dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan bagi UIN Walisongo. “Alhamdulillah, pada 14 Februari 2026 UIN Walisongo dapat mengukuhkan 10 guru besar. Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi para guru besar untuk mendiseminasikan kepakarannya, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban publik universitas dalam meningkatkan layanan pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan bertambahnya sepuluh guru besar, UIN Walisongo diharapkan semakin memperkuat kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kemanusiaan dan peradaban. Pengukuhan ini bukan hanya seremoni akademik, tetapi juga simbol komitmen berkelanjutan universitas dalam membangun tradisi keilmuan yang kokoh, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Pengukuhan yang akan digelar di Gedung Tgk Ismail Yaqub tersebut diproyeksikan menjadi momentum bersejarah bagi civitas akademika UIN Walisongo, sekaligus penanda babak baru penguatan reputasi akademik di tingkat nasional dan global.