UIN Walisongo Online, Semarang – UIN Walisongo Semarang terus mematangkan persiapan menghadapi visitasi lapangan dari lembaga akreditasi internasional ACQUIN dengan menyelenggarakan Simulasi Visitasi Lapangan Tahap Ketiga.
Simulasi berlangsung selama lima hari, mulai Jumat – Kamis (26/06/2026 – 2/07/2026), bertempat di Laboratorium Komputer PTIPD, Gedung ICT Center Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan dirancang menyerupai proses visitasi sesungguhnya sehingga seluruh peserta dapat memahami alur asesmen, meningkatkan kesiapan, serta mengantisipasi berbagai pertanyaan yang akan diajukan oleh asesor ACQUIN.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Saminanto, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian penting dari upaya memastikan seluruh unsur universitas memiliki pemahaman yang sama mengenai standar mutu internasional yang digunakan ACQUIN.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam arahannya mengajak seluruh sivitas akademika yang terlibat untuk memanfaatkan simulasi sebagai momentum evaluasi sekaligus penyempurnaan berbagai aspek yang masih perlu diperkuat.
“Visitasi ACQUIN bukan hanya menjadi tanggung jawab program studi yang diakreditasi, tetapi merupakan representasi kualitas institusi secara keseluruhan. Karena itu, diperlukan kesiapan, kekompakan, dan komitmen seluruh unit agar mampu menunjukkan praktik penjaminan mutu yang telah berjalan di UIN Walisongo,” ujar Prof. Musahadi.

Pelaksanaan simulasi dipimpin oleh Kepala Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Perangkingan, Dr. Anila Umriana, M.Pd., yang juga bertindak sebagai Person in Charge (PIC) kegiatan. Menurutnya, simulasi tahap ketiga difokuskan pada penyempurnaan substansi jawaban, penguatan bukti pendukung, serta peningkatan koordinasi antarpeserta sehingga seluruh proses dapat berlangsung secara sistematis dan sesuai dengan skenario visitasi internasional.
Selama lima hari pelaksanaan, simulasi dibagi ke dalam beberapa sesi sesuai kelompok pemangku kepentingan yang akan diwawancarai oleh asesor ACQUIN. Sesi pertama diperuntukkan bagi jajaran manajemen universitas yang melibatkan Rektor, para Wakil Rektor, serta para Ketua Lembaga. Pada sesi ini, peserta berlatih menjelaskan arah kebijakan institusi, sistem penjaminan mutu, tata kelola, hingga strategi pengembangan universitas.
Sesi berikutnya diikuti oleh unsur administrasi yang terdiri atas Kepala Biro, Kepala UPT, serta para Kepala Bagian. Fokus pembahasan meliputi layanan akademik dan administrasi, tata kelola organisasi, pengelolaan sumber daya, serta dukungan terhadap implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal.
Mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026, simulasi dilanjutkan dengan sesi di tingkat fakultas yang dilaksanakan secara bertahap. Setiap fakultas mengikuti simulasi yang melibatkan pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni. Melalui pendekatan ini, setiap kelompok memperoleh kesempatan untuk berlatih menjawab pertanyaan sesuai peran masing-masing sekaligus memastikan konsistensi informasi yang akan disampaikan kepada asesor.
Selain melatih kemampuan komunikasi para peserta, simulasi juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kelengkapan dokumen pendukung, kesesuaian data, serta konsistensi implementasi berbagai kebijakan mutu di lingkungan UIN Walisongo. Temuan-temuan selama simulasi akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum pelaksanaan visitasi resmi ACQUIN.
Melalui simulasi lapangan tahap ketiga ini, UIN Walisongo optimistis seluruh unsur universitas telah memiliki kesiapan yang semakin matang dalam menghadapi asesmen internasional ACQUIN. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen universitas untuk terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan tata kelola pendidikan tinggi, dan memperoleh pengakuan internasional atas kualitas penyelenggaraan pendidikan di UIN Walisongo.


