UIN Walisongo Online, Semarang — Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar kegiatan Penyerahan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Tahun 2026 sekaligus Evaluasi Kinerja Tahun 2025, Kamis (8/1/2026).
Acara berlangsung di Teater Lantai 4 Gedung Kiai Saleh Darat dan dihadiri seluruh pimpinan dan pejabat struktural UIN Walisongo.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. Nizar, jajaran Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan, Ketua Lembaga, Kepala UPT, Ketua Program Studi, serta Sekretaris Program Studi.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk melakukan refleksi kinerja sekaligus menyelaraskan kebijakan perencanaan dan keuangan UIN Walisongo ke depan.
Acara dirangkai dalam empat agenda utama, yakni evaluasi kinerja tahun 2025, pemberian penghargaan, sosialisasi tarif, serta penyampaian kebijakan keuangan dan RBA tahun 2026.
Wakil Rektor Bidang Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Walisongo, Prof. Dr. Ahmad Ismail, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian serapan anggaran tahun 2025 yang mencapai 83,87 persen.

“Jika dikatakan belum optimal, angka serapan anggaran 83,87 persen ini sesungguhnya sudah sangat tinggi dan patut diapresiasi,” ujar Ahmad Ismail.Ia menjelaskan, capaian tersebut diraih di tengah tantangan besar berupa kebijakan efisiensi anggaran nasional yang berdampak langsung pada ruang belanja institusi sepanjang tahun 2025.“
Di tahun 2025 kita dihantam efisiensi. Banyak keterbatasan sehingga tidak semua rencana belanja dapat direalisasikan,” katanya.
Meski demikian, Ahmad Ismail menilai masih terdapat sejumlah catatan penting yang perlu diperbaiki, terutama dalam aspek perencanaan anggaran.
Menurut dia, penyusunan anggaran ke depan harus lebih komprehensif dan adaptif terhadap dinamika perubahan kegiatan.
“Masih banyak revisi anggaran karena desain perencanaan belum sepenuhnya memperhatikan kebutuhan secara menyeluruh. Ke depan, ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Dalam paparannya, Ahmad Ismail juga mengungkapkan bahwa secara keuangan UIN Walisongo mencatat surplus sebesar Rp8,3 miliar, yang menjadi modal penting untuk penguatan program strategis di tahun 2026, termasuk peningkatan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. Nizar menyampaikan apresiasi kepada seluruh unit kerja atas dedikasi dan kinerja selama tahun 2025.
Ia menekankan bahwa evaluasi bukan semata-mata untuk menilai capaian, tetapi sebagai pijakan untuk memperkuat tata kelola dan kualitas layanan institusi.
“Capaian yang baik patut kita syukuri, namun evaluasi harus menjadi energi untuk berbenah. RBA 2026 harus disusun lebih tajam, terukur, dan selaras dengan visi besar UIN Walisongo,” ujar Nizar.
Melalui kegiatan ini, UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi di tengah tantangan dan dinamika kebijakan nasional.

Hms.


