UIN Walisongo Online, Yogyakarta, – Masa pensiun seringkali dianggap sebagai akhir dari masa bakti, namun bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, fase tersebut justru memerlukan navigasi yang matang agar tetap bermakna. Melalui Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH), institusi ini menggelar pembekalan khusus bagi para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang akan memasuki masa purna tugas.
Kegiatan yang berlangsung di Yogyakarta pada Rabu (29/1/2025) ini, diikuti oleh 45 peserta. Fokus utama acara bukan sekadar penyelesaian urusan administratif, melainkan penguatan mental dan perencanaan finansial untuk menjamin kualitas hidup di masa tua.
Persiapan sebagai Kunci
Kepala Biro AAKK UIN Walisongo, M. Fattah, saat membuka acara menekankan bahwa transisi dari dunia kerja menuju masa pensiun bukanlah hal yang bisa disepelekan. Menurutnya, kesiapan fisik dan mental menjadi fondasi utama.
“Segala sesuatu butuh persiapan, termasuk masa pensiun. Dengan persiapan yang baik, masa purna tugas dapat dijalani dengan lebih tenang, terarah, dan tetap produktif,” ujar Fattah dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa institusi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan para pegawainya tidak merasa kehilangan arah setelah melepaskan jabatan fungsional maupun strukturalnya.

Memahami Hak dan Tata Kelola Keuangan
Dalam sesi pembekalan, hadir narasumber dari PT Taspen Semarang, Heru Siswoyo dan Fitria Ratna. Keduanya mengulas secara mendalam mengenai prosedur administrasi dan berbagai hak yang akan diterima oleh para pensiunan. Edukasi ini menjadi krusial untuk meminimalisir kendala birokrasi saat pengurusan manfaat pensiun nantinya.
Tak hanya soal hak administratif, aspek pengelolaan dana pensiun juga menjadi sorotan. Devina Saputri dari Mandiri Taspen memberikan paparan mengenai strategi pengelolaan keuangan dan layanan perbankan yang spesifik bagi pensiunan. Tujuannya adalah agar para peserta memiliki kemandirian finansial dan mampu memutar aset yang dimiliki ke dalam instrumen yang aman namun tetap produktif.
”Pensiun bukan berarti berhenti berkarya, melainkan mengubah cara kita berkontribusi kepada masyarakat dengan ritme yang berbeda.”
Menuju Masa Tua Produktif
Melalui inisiatif ini, UIN Walisongo berharap para dosen dan tendik tidak hanya sekadar ‘pulang’ ke rumah, tetapi membawa bekal wawasan yang utuh. Pemahaman yang matang mengenai hak, manajemen keuangan, serta perencanaan hidup pasca-purna tugas diharapkan mampu menciptakan masa pensiun yang tetap aktif dan bermakna.
Dengan adanya pembekalan ini, masa transisi tersebut diharapkan tidak lagi menjadi momok yang mengkhawatirkan, melainkan sebuah babak baru yang disambut dengan optimisme dan persiapan yang paripurna.
Kontributor : Amarodin, S.Ds.


