UIN Walisongo Online, Semarang – UIN Walisongo Semarang terus memperkuat upaya pengembangan sumber pendapatan institusi melalui optimalisasi peran Badan Pengembangan Usaha (BPU). Hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Rektor II, Akhmad Arif Junaidi, dengan melibatkan jajaran pengelola BPU dan unit terkait yang bertempat di ruang rapat lantai 3 gedung Rektorat pada Selasa (09/06/2026).
Dalam arahannya, Akhmad Arif Junaidi menegaskan bahwa BPU memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian dan keberlanjutan institusi melalui pengelolaan usaha yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada hasil.
“Badan Pengembangan Usaha harus mampu menjadi motor penggerak peningkatan pendapatan universitas dengan mengoptimalkan potensi aset, memperkuat tata kelola, serta membangun kemitraan yang produktif. Setiap peluang usaha perlu dikelola secara adaptif agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi institusi,” ujar Akhmad Arif Junaidi saat memimpin rapat.
Beliau juga menekankan bahwa peningkatan pendapatan universitas bukan hanya menjadi tanggung jawab BPU, melainkan memerlukan dukungan dan sinergi seluruh unit kerja di lingkungan UIN Walisongo. Menurutnya, kolaborasi lintas unit akan membuka peluang lahirnya berbagai inovasi layanan dan usaha yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing universitas.
Rapat tersebut membahas sejumlah strategi pengembangan, antara lain optimalisasi pemanfaatan aset kampus, pengembangan layanan berbasis kebutuhan pengguna, perluasan kerja sama dengan sektor pemerintah dan swasta, serta peningkatan efektivitas pengelolaan unit-unit usaha yang telah berjalan.
Selain itu, peserta rapat didorong untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam mengidentifikasi peluang bisnis baru yang relevan dengan kompetensi dan sumber daya yang dimiliki UIN Walisongo. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan sekaligus mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Menutup arahannya, Akhmad Arif Junaidi mengajak seluruh sivitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam membangun budaya kewirausahaan institusi.
“Keberhasilan Badan Pengembangan Usaha bergantung pada komitmen bersama. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan akuntabilitas, saya optimistis BPU UIN Walisongo dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi penguatan kemandirian finansial universitas dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Badan Pengembangan Usaha sebagai salah satu pilar strategis dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan.


