UIN Walisongo Online, Semarang – International Office UIN Walisongo resmi membuka program WISDOM (Walisongo, Islam, Democracy, and Multiculturalism) 2026 pada Senin (10/8/2026) di Hotel Horison Kota Lama Semarang. Pembukaan dilakukan langsung oleh Kepala International Office UIN Walisongo, Agus Mutohar, M.A., Ph.D.
Dalam sambutannya, Agus Mutohar menjelaskan profil dan visi UIN Walisongo sebagai perguruan tinggi Islam negeri di Semarang yang bercita-cita menjadi universitas riset Islam terkemuka berbasis unity of sciences untuk kemanusiaan dan peradaban. Ia juga memaparkan sejumlah program global dan internasional yang dijalankan oleh International Office, salah satunya WISDOM, yang dirancang khusus bagi mahasiswa dan akademisi internasional guna mempromosikan dialog antarbudaya, moderasi beragama, dan pembangunan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Agus Mutohar turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta.
“Selamat datang kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai kampus dan negara, semoga acara ini bisa menjadi ajang pertukaran budaya, relasi, serta peluang yang lebih besar dalam pendidikan maupun karier,” ujarnya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak belajar. Pada sesi ini, peserta diberikan penjelasan mengenai tata tertib selama program berlangsung.
Agenda berikutnya adalah materi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Materi ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu keterampilan berbahasa (mendengar, berbicara, membaca, dan menulis), tata bahasa dan kosakata (struktur kalimat dan frasa dari tingkat dasar hingga kompleks), serta konteks budaya (pengenalan tradisi, kebiasaan sosial, seni, dan kuliner khas Indonesia).

Pada malam hari, peserta mengikuti kegiatan penjelajahan kawasan Kota Lama Semarang, termasuk kawasan Marba dan Gereja Blenduk.
Salah satu peserta, Recham asal Pakistan, menyampaikan kesannya mengikuti hari pertama WISDOM 2026.
“I feel truly grateful and excited to have had the opportunity to participate in WISDOM 2026. It has been a wonderful experience to meet people from different countries, learn about different cultures and perspectives, and build meaningful connections. More than just an academic or cultural program, WISDOM 2026 has given me memories and experiences that I will carry with me even after the program ends. I’m really thankful to be a part of this opportunity,” ujarnya.


