Berita

Oktober Sakti

Penulis : Prof. Dr. H. Muhibin, M.Ag., 04 Oktober 2017, 10:51:24

Sering ada pertanyaan dari kawan yang  cukup menggelitik terkait dengan  kesaktian pancasila yang oleh bangsa Indonesia selalu diperingati pada setiap tanggal 1 Oktober, sebagai bentuk pernyataan bangsa kepada dunia bahwa pancasila memang hebat dan sakti, meskipun  diusahakan untuk diganti, serta  dengan membantai para jenderal yang loyal kepada pancasila.  Pertanyaan yang dimaksud  tersebut ialah tentang apakah memang  pancasila itu benar-benar sakti ataukah Oktobernya yang sakti ataukah hanya Tuhan yang sakti.

Sudah barang tentu untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup mudah, meskipun kalau dibuat mudah itu bisa saja, yakni misalnya dengan mengatakan bahwa yang sakti tentu Tuhan yang maha melindungi dan Menentukan.  Jika Tuhan ingin menyelamatkan negara dengan pancasilanya, pasti tidak ada kekuatan manapun yang mampu menggoyahkannya.  Namun jawaban tersebut tentu tidak akan memuaskan semua pihak, karena mungkin yang akan  puas dengan jawaban tersebut ialah hanya orang orang beriman semata.

Itupun masih ada pertanyaan, karena meskipun kita yakin bahwa Tuhan itu pasti sakti, namun apakah tidak ada faktor lain yang menjadikan sesuatu  menjadi sakti?  Mungkin banyak yang menafsiri bahwa pancasilanyalah yang sakti, karena para  pengkhianat, utamanya PKI hanya berkeinginan untuk menggantikan dasar negara pancasila dengan dasar komunis.  Karena pancasila demikian diyakini oleh bangsa Indonesia sebagai dasar negara yang paling pas dan akan mampu mempersatukan seluruh bangsa yang beraneka ragam, maka dia menjadi sakti.

Barangkali karena keyakinan itulah dan kemudian juga dalam prakteknya pancasila selalu akan dapat mempersatukan seluruh bangsa jika diamalkan dengan sungguh sungguh, bangsa ini kemudian  menjadikannya sebagai dasar utama bangsa ini.  Ketika  kandungan pancasila dijabarkan dengan baik, tentu akan terjadi sebuah  kondisi bangsa yang sangat bagus pula.  Bukan saja  tenang dan  damai dalam menjalani kehidupan dunia yang banyak tantangan, melainkan juga akan mampu mempersatukan bangsa yang beragam.

Dengan pancasila tersebut sesungguhnya juga akan mampu membuat kehidupan  berbangsa dan bernegara menjadi semakin baik  dan kesejahteraan akan semakin terasakan.  Namun sayangnya kita belum mampu melaksanakannya dengan sepenuh hati, sehingga  ketika ada  rong-rongan terhadap dasar negara tersebut, barulah anak-anak bangsa ini  merapatkan barisan untuk mempertahankannya sedemikian rupa.  Namun sekali lagi ketika dalam kondisi aman justru  mereka malah tidak  serius dalam mengamalkannya.

Memang  untuk mengarah kepada pemahaman yang  baik, diperlukan adanya penafsiran yang baik pula terhadap kandungannya, sebab  jika dibiarkan  saja, sangat mungkin bahwa pada saatnya nanti para generasi muda yang sama sekali tidak mengalami peristiwa yang dialami oleh perjalanan pancasila, akan dengan mudah menafsirkan dengan tafsir yang mungkin justru akan merugikan.  Dahulu pada zaman orde baru pernah dijabarkan secara tunggal oleh kekuasaan, namun masih banyak yang mempertanyakan tentang  keabsahannya dan mungkin juga masih ada tafsir lain yang lebih bagus.

Karena itu dalam suasana  bangsa dan negara kita saat ini yang sepertinya tidak mempunyai pegangan, akan sangat bagus jika dilakukan upaya untuk memberikan jabaran tentang pemahaman dasar negara kita, sehingga semua elemen bangsa akan sama dalam menyikapinya  sekaligus juga mengamalkannya.  Itulah makanya bangsa ini kemudian  menyatakan bahwa pancasila yang kita jadikan sebagai dasar negara itu memang benar-benar sakti, terbukti dengan upaya pengkhianatan yang dilakukan oleh beberapa pihak, ternyata tetap jaya dan bertambah sakti.

Akan tetapi tidak sedikit pula yang  menyatakan bahwa yang sakti itu Oktobernya, karena jika  pengkhianatan  tersebut bukan pada akhir September, maka kemungkinan pancasila sudah akan hilang bersama dengan kekalahannya atas usaha  penggantiannya dengan dasar lain.  Namun mungkin pernyataan tentang kesaktian Oktober tersebut hanyalah sekedar meramaikan  pendapat, karena  argumentasinya sangat lemah dan bahkan mungkin tidak dapat diterima akal sehat.

Sesungguhnya mempertentangkan tentang  siapa yang sakti untuk kasus ini tidak lah penting, karena  justru yang terpenting bagi kita ialah bagaimana  kita selalu mensyukuri nikmat Tuhan yang telah dilimpahkan kepada kita, sehingga kita masih mampu mempertahankan  keutuhan bangsa dan negara  kita yang berdasarkan pancasila serta dengan berpegang kepada UUD negara tahun 1945.  Kita memang tidak  mensucikan semuanya karena bagaimanapun itu semua adalah karya manusia yang pasti mengandung kelemahan.

Namun   kita kemudian  yakin bahwa para pendahulu kita ternyata  hebat,  mampu merumuskan sebuah  dasar negara dan juga Undang-Undang Dasar negara yang demikian lengkap dan melindungi semuanya.  Kita harus  mengucapkan terima kasih yang  sangat atas jasa mereka  dan sekaligus kita juga berkewajiban untuk menjaganya  dengan baik. Pancasila memang digali dari kenyataan yang hidup di masyarakat kita sejak zaman dahulu sehingga apa yang dikandungnya memang sudah sesuai dengan adat dan kebiasaan masyarakat.

Dengan kenyataan yang demikian kita dapat  mengatakan bahwa  para penggali dasar negara kita tersebut juga pantas disebut sebagai sakti dan hebat, walaupun kita tidak akan mempertentangkan tentang kesaktian tersebut.  Biarlah  apa yang sudah ditetapkan oleh negara bahwa pancasila itu sakti sehingga ada peringatan hari kesaktian pancasila tetap kita hormati dan pertahankan.  Kiranya tidak ada artinya jika kita mempertentangkan hal tersebut dan mungkin saja energi kita akan habis untuk memperdebatkan siapakah yang sakti.

Biarlah kita mempunyai keyakinan masing masing bahwa  yang Maha sakti itu hanyalah Allah swt, sementara  pancasila  sebagai dasar negara kita juga sangat bagus dan dapat dikatakan sakti karena telah mampu membuktikan diri sebagai dasar negara yang paling cocok untuk bangsa ini.  Demikian juga telah membuktikan diri sebagai  dasar negara yang tidak mudah untuk digantikan dengan dasar lainnya.  Sementara itu menjadi kewajiban kita sebagai bagian dari anak bangsa ini untuk mempertahankannya dan sekaligus juga mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.

Bangsa kita saat ini  sedang sakit, karena salah satu sebabnya ialah  kita tidak menjalankan  dan mengamalkan kandungan pancasila dengan baik, bahkan mungkin malahan bertentangan dengan kandungannya.  Praktek korupsi tentu sangat bertentangan dengan dasar negara kita, demikian juga dengan narkoba, minuman keras dan lainnya.  Untuk itu mari kita berkomitmen lagi untuk lebih mengoptimalkan peran kita dalam menjaga dan mengamalkan pancasila.

Harus ada keyakinan dalam diri kita bahwa  sebagai bangsa kita akan  terus maju dan mencapai kesejahteraan yang diidamkan jiika kita mampu menunjukkan bahwa kita memang solid dalam mengamalkan dasar negara kita.  Para pihak yang memosisikan diri sebagai musuh pun pasti juga akan berpikir dua kali sebelum mereka akan menjalankan niatnya untuk menggantikan dasar negara kita.  Kita harus  membuktikan diri bahwa kita juga sakti dalam menanggulangi setiap gangguan yang mengancam keutuhan negara.

Bulan Oktober ini memang bulan yang  menjadi saksi bahwa dasar negara kita Pancasila  memang terbukti kuat dan sakti dalam posisinya sebagai dasar negara Indonesia.  Dengan demikian tidak salah jika kita juga  memanggilnya bulan oktober ini sebagai bulan sakti, dengan mengikuti kekuatan dan keberadaan  dasar negara kita pancasila.  Semoga ke depan kita akan lebih waspada lagi  terhadap semua hal yang berpotensi merusak atau mengganti dasar negara kita. Amin.

KOMENTAR
Nama
Website
Email
Komentar
 
Berita Lainnya

Mutiara Hikmah

Q.S. Yusuf (87)

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur (terhadap karunia Allah).”


Lihat Berdasarkan Kategori

    Sistem Informasi Akademik (SIA) Sistem Informasi Remunerasi (SIREMUN) Tracer Study PBB LPPM Perencanaan IAIN Walisongo Unit Lelang & Pengadaan IsDB Walisongo Pascasarjana IAIN Walisongo Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Digilib IAIN Walisongo Katalog Perpustakaan IAIN Walisongo Electronic Journal