UIN Walisongo Online, Jakarta — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, memimpin langsung agenda Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi 2024 yang digelar serentak secara nasional, Kamis (21/5/2026). Di antara ribuan aparatur yang dilantik, sebanyak 53 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) UIN Walisongo Semarang resmi disumpah dan sah menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) secara penuh dengan hak kepegawaian 100 persen.
Prosesi pelantikan nasional yang dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama secara virtual. Di lingkungan UIN Walisongo Semarang sendiri, pelantikan berlangsung khidmat di Aula 2 Kampus 3 melalui Zoom Meeting, yang dihadiri oleh 39 dosen dan 14 tenaga kependidikan (tendik) baru yang siap memperkuat lini akademik serta administrasi kampus.
Dalam arahannya yang sarat makna, Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa status sebagai PNS bukan sekadar perubahan administratif atau formalitas semata. Menag menekankan bahwa status baru ini merupakan amanah besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab yang tinggi.
Sebagai nakhoda Kementerian Agama, Prof. Nasaruddin Umar secara khusus menginstruksikan para ASN baru untuk memegang teguh prinsip kerja yang melampaui standar biasa. Beliau meluncurkan sebuah pedoman moral khusus yang wajib diinternalisasi oleh seluruh jajarannya demi mencapai kesuksesan karier yang berkah.
“Sebagai ASN Kementerian Agama, selain memegang core value BerAKHLAK, khusus untuk ASN Kementerian Agama, saya ingatkan, kalau ingin berhasil di dalam kariernya, lakukanlah ISTIQOMAH,” tegas Menag di hadapan para peserta pelantikan.

Menteri Agama secara detail menjabarkan bahwa konsep ISTIQOMAH yang dimaksud merupakan akronim dari nilai-nilai luhur, yaitu Ikhlas, Sabar, Tawadu, Ihsan, Qanaah, Amanah, dan Hikmah. Menag meyakini, fondasi spiritual dan etika inilah yang akan menjadi kompas utama bagi para ASN dalam menjalankan roda birokrasi dan pelayanan publik.
Lebih lanjut, Menag mengingatkan bahwa ASN di bawah payung Kementerian Agama memikul tanggung jawab besar yang tidak dimiliki instansi lain. Mereka berkewajiban menjadi garda terdepan dalam merawat kebinekaan, serta menjaga kehidupan beragama yang rukun, damai, dan harmonis di tengah masyarakat majemuk Indonesia.
Secara persuasif namun tegas, Prof. Nasaruddin Umar juga memberikan seruan moral agar para ASN baru segera melakukan perubahan paradigma dalam kehidupan sehari-hari. Beliau meminta adanya keselarasan antara status sebagai abdi negara di instansi keagamaan dengan perilaku serta gaya hidup yang ditunjukkan kepada publik.
“Kalau ini semua dilakukan, kalian bukan hanya sukses di dunia tapi juga akan sukses berkarier sampai masa mendatang bahkan sampai di akhirat. Mulai hari ini ubah gaya dan pandangan hidupnya sebagai konsekuensi bekerja di Kementerian Agama,” tutur Menag menutup arahannya yang disambut khidmat oleh seluruh satker di Indonesia, termasuk jajaran pimpinan UIN Walisongo Semarang.



