UIN Walisongo Online, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali melanjutkan rangkaian ACQUIN International Accreditation Site Visit dengan memasuki asesmen Klaster 2 yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (21–22 Juli 2026). Sebanyak 13 program studi menjalani asesmen internasional yang dipusatkan di Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Walisongo serta diikuti dengan visitasi lapangan oleh para asesor dari berbagai negara.
Program studi yang dinilai pada Klaster 2 meliputi Program Studi Pendidikan Agama Islam Magister, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab Magister, Pendidikan Bahasa Arab, Manajemen Pendidikan Islam Magister, Manajemen Pendidikan Islam, Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Magister, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Seni dan Arsitektur Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Agama Islam, serta Studi Islam.
Pelaksanaan asesmen Klaster 2 menjadi kelanjutan dari proses akreditasi internasional yang sebelumnya telah berlangsung pada Klaster 3 (13–14 Juli 2026) dan Klaster 1 (16–17 Juli 2026). Melalui tahapan ini, asesor melakukan penilaian terhadap berbagai aspek, mulai dari tata kelola universitas, kurikulum, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga sistem penjaminan mutu dan layanan pendukung yang dimiliki UIN Walisongo.
Kepala Pusat Akreditasi, Sertifikasi, dan Pemeringkatan UIN Walisongo, Dr. Anila Umriana, mengatakan bahwa pelaksanaan asesmen internasional bukan sekadar proses evaluasi, melainkan momentum bagi universitas untuk menunjukkan komitmen dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
“Akreditasi internasional merupakan bagian dari upaya UIN Walisongo untuk memastikan seluruh proses akademik dan tata kelola telah memenuhi standar mutu global. Lebih dari sekadar memperoleh pengakuan internasional, proses ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan kualitas institusi agar mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujar Anila.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan asesmen merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur di lingkungan universitas yang telah mempersiapkan dokumen, data pendukung, hingga koordinasi lintas unit secara intensif selama beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Walisongo, Dr. Wenti Dwi Yuniarti, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur teknologi informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran asesmen internasional, terutama karena sebagian besar sesi berlangsung secara daring dan dipusatkan di PTIPD.
“Seluruh infrastruktur kami siapkan secara optimal, mulai dari perangkat komputer, webcam, sistem audio, jaringan internet berkecepatan tinggi, hingga dukungan listrik cadangan melalui genset. Karena asesmen internasional ini sangat bergantung pada sistem digital, keandalan infrastruktur menjadi perhatian utama agar seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala teknis,” jelasnya.

Menurut Wenti, selain infrastruktur, aspek digital lain yang turut menjadi perhatian asesor adalah pengelolaan website dan sistem informasi universitas. Hal tersebut mencerminkan kesiapan institusi dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang transparan, modern, dan berorientasi pada standar internasional.
Melalui asesmen Klaster 2, UIN Walisongo berharap seluruh proses penilaian dapat berjalan optimal serta semakin memperkuat langkah universitas dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi Islam berdaya saing global dengan tata kelola yang unggul dan berstandar internasional.



