UIN Walisongo Online, Demak, – UIN Walisongo menerjunkan 1.301 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terpadu (KKN MIT) ke-22 ke Kabupaten Demak, 21/7/2026. Program KKN kalin ini mengusung tema bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa”.
Acara pelepasan dan penerimaan mahasiswa tersebut digelar di Pendopo Kabupaten Demak mulai pukul 09.00 WIB. Dari pihak UIN Walisongo, hadir Wakil Rektor 2 Prof. Dr. Arif Junaidi, M.Ag., Kepala Biro Dr. M. Fatah, beserta jajaran panitia pelaksana dan para DPL. Sementara dari pihak Pemkab Demak, hadir Bupati Demak dr. Estianah, S.E., Sekretaris Daerah (Sekda) Amir Mahmud, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida), serta perwakilan kepala desa dari lima kecamatan lokasi penempatan.
Wakil Rektor 2 UIN Walisongo, Prof. Dr. Arif Junaidi, M.Ag., dalam sambutanya menyampaikan terima kasih atas kesediaan Pemkab Demak menerima ribuan mahasiswa KKN untuk mengabdi di wilayah tersebut. Ia berharap program KKN ini menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
“Pada KKN ini mahasiswa bisa belajar di tengah masyarakat, dan melihat langsung dinamikanya, kami mohon para pejabat setempat untuk memberikan pengarahan dan bimbingan supaya pelaksanaan bisa berjalan lancar. Kalau misal nakal, ya bisa langsung dijewer saja,” ujar Arif.
Arif turut mengajak seluruh mahasiswa untuk menjunjung tinggi nilai toleransi selama mengabdi di tengah masyarakat Demak, mengingat kabupaten ini dikenal sebagai kota wali.
“Dengan semangat Walisongo, mari tanamkan nilai-nilai dan semangat toleransi dan kebersamaan, karena Demak ini juga merupakan kota wali,”.

Sementara itu, sambutan penerimaan disampaikan oleh Bupati Demak, dr. Estianah, S.E., yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN yang akan mengabdi di wilayahnya.
“Sugeng rawuh, selamat datang di Kabupaten Demak,” ucap Estianah membuka sambutannya.
Bupati mengaku pihaknya merasa terbantu dengan kehadiran program KKN. Ia juga berharap kehadiran mahasiswa tidak sekadar membawa nilai akademis, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat di lokasi KKN.
“Pemkab Demak merasa terbantu, dan berharap kerja sama ini bisa berlangsung secara berlanjut,, kami berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa semangat keilmuan saja, tetapi juga memberikan semangat dan dampak positif kepada masyarakat secara langsung,” tuturnya.
Selama 45 hari masa pengabdian, 1.301 mahasiswa peserta KKN MIT ke-22 akan didampingi oleh 44 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sebanyak 87 posko yang disiapkan tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Karangtengah sebanyak 17 posko, Kecamatan Guntur 20 posko, Kecamatan Wonosalam 21 posko, Kecamatan Dempet 16 posko, dan Kecamatan Kebonagung 13 posko.

Di akhir sambupatnya, Esti menyinggung potensi besar yang dimiliki Kabupaten Demak. Menurutnya, potensi tersebut dapat semakin berkembang dengan kontribusi pemikiran para mahasiswa selama masa pengabdian.
“Kabupaten Demak ini memiliki potensi besar, pertanian, perkebunan, perikanan. Potensi tersebut akan lebih optimal jika didukung oleh ide-ide segar dari adik-adik mahasiswa,” pungkas Esti


