UIN Walisongo Online, Semarang — Sebanyak 960 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi dilepas untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terpadu (KKN MIT) ke-22 Tahun 2026 di Kabupaten Semarang, Selasa (21/7/2026).
Prosesi pelepasan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Semarang, Ungaran, ini diwakili oleh 320 mahasiswa secara langsung. Selama 45 hari—terhitung sejak 21 Juli hingga 3 September 2026—para peserta akan tersebar di enam kecamatan, yaitu Banyubiru, Ungaran Timur, Tuntang, Bawen, Jambu, dan Pringapus, dengan pendampingan dari 32 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Hadir langsung mendampingi para mahasiswa, Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., bersama Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag., serta Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Kapus PPM) UIN Walisongo Moh. Masrur, M.Ag.
Pada tahun ini, KKN MIT ke-22 mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa”.

Dalam arahannya, Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., mengingatkan mahasiswa agar memaknai KKN sebagai ruang belajar yang nyata, bukan sekadar penggugur kewajiban akademik.
“KKN ini bukan sekadar formalitas akademik, tetapi wadah sungguh-sungguh untuk mengabdi dan belajar dari masyarakat. Jadilah versi terbaik diri kalian di lokasi KKN,” ujar Prof. Musahadi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan di lapangan. Walaupun seluruh peserta telah dilindungi oleh asuransi BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya tetap menargetkan pelaksanaan program yang aman dengan prinsip zero risk (nol risiko).

Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, S.H., M.H., menyambut hangat jajaran pimpinan UIN Walisongo dan para mahasiswa. Ia berpesan agar peserta KKN cepat membaur dengan kearifan lokal setempat.
“Saya minta anak-anakku mahasiswa melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, disiplin, serta mampu menyesuaikan diri dengan kultur di dusun, desa, maupun kelurahan tempat bertugas,” tutur Ngesti.
Selain fokus pada program tematik, Bupati Semarang juga menitipkan misi khusus kepada para mahasiswa untuk ikut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.
“Saya titip pesan, tolong beri motivasi kepada anak-anak muda usia sekolah (SMA/sederajat) di desa-desa agar mereka tergerak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, salah satunya di UIN Walisongo,” pungkasnya.



