UIN Walisongo Online, Jakarta – Dalam rangka memperkuat tata kelola penjaminan mutu dan mempersiapkan implementasi migrasi Beban Kerja Dosen (BKD) ke Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) sebagaimana menjadi amanah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Diktis) Kementerian Agama RI, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan benchmarking ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 4–5 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran LPM UIN Walisongo Semarang bersama Ketua Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) serta Kepala Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) UIN Walisongo Semarang. Kehadiran ketiga unit tersebut menunjukkan komitmen universitas dalam membangun sinergi lintas unit guna mendukung implementasi migrasi BKD ke SISTER secara terintegrasi, efektif, dan sesuai regulasi nasional.
Rombongan diterima oleh tim pengelola penjaminan mutu dan pengelola BKD-SISTER UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam suasana diskusi yang hangat dan konstruktif, kedua institusi berbagi pengalaman mengenai tata kelola implementasi BKD berbasis SISTER, strategi migrasi data, pembagian peran antarunit, hingga mekanisme pendampingan dosen dan asesor dalam proses pelaporan BKD. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi salah satu perguruan tinggi yang telah lebih dahulu mengimplementasikan BKD melalui SISTER sehingga berbagai praktik baik (best practices) yang telah dijalankan menjadi referensi penting bagi UIN Walisongo Semarang.
Ketua BM LPM UIN Walisongo Semarang menyampaikan bahwa benchmarking ini merupakan langkah strategis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesiapan kelembagaan dalam menghadapi kebijakan nasional migrasi BKD ke SISTER. Menurutnya, keberhasilan implementasi sistem tidak hanya ditentukan oleh kesiapan aplikasi, tetapi juga oleh tata kelola organisasi, kualitas data dosen, kesiapan sumber daya manusia, serta koordinasi yang solid antara LPM, PTIPD, OKH, dan seluruh fakultas.
Selama dua hari pelaksanaan, rombongan memperoleh pemaparan mengenai alur bisnis pengelolaan BKD berbasis SISTER, mulai dari pengelolaan data dosen, sinkronisasi dengan PDDIKTI dan SINTA, mekanisme pengisian BKD, proses asesmen oleh asesor, hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan BKD. Selain itu, dibahas pula berbagai tantangan yang sering dihadapi dalam proses migrasi, termasuk validasi data, penguatan peran administrator sistem, penyusunan regulasi internal, serta strategi pendampingan bagi dosen agar proses transisi berjalan lancar. Praktik-praktik tersebut sejalan dengan arah kebijakan implementasi BKD berbasis SISTER di lingkungan PTKIN yang terus didorong oleh Kementerian Agama RI.
Ketua PTIPD UIN Walisongo Semarang menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur teknologi informasi menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan migrasi BKD ke SISTER. Oleh karena itu, hasil benchmarking ini akan menjadi dasar dalam menyusun langkah teknis integrasi sistem, penguatan keamanan data, serta peningkatan layanan digital yang mendukung kebutuhan dosen dan pengelola BKD.
Sementara itu, Kepala OKH UIN Walisongo Semarang menambahkan bahwa aspek regulasi dan tata kelola organisasi juga memegang peranan penting dalam implementasi BKD berbasis SISTER. Harmonisasi kebijakan internal, penyusunan standar operasional prosedur, serta penguatan koordinasi antarunit diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi terhadap kebijakan baru dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Kegiatan benchmarking ini, LPM UIN Walisongo Semarang berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil pembelajaran tersebut akan ditindaklanjuti melalui penyusunan peta jalan (roadmap) implementasi migrasi BKD ke SISTER, penyempurnaan regulasi internal, peningkatan kapasitas operator dan asesor, serta penguatan koordinasi lintas unit agar proses implementasi berjalan secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari komitmen UIN Walisongo Semarang dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik dan penjaminan mutu berbasis digital. Dengan implementasi BKD melalui SISTER yang terintegrasi, diharapkan kualitas layanan kepada dosen semakin meningkat, pelaporan kinerja menjadi lebih akurat dan transparan, serta mendukung percepatan pencapaian indikator kinerja institusi sesuai kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.


