UIN Walisongo Online, Semarang – Pascasarjana UIN Walisongo Semarang menghadirkan akademisi Sciences Po Paris, Stéphane Lacroix, dan Guru Besar UIN Walisongo, Prof. Dr. Najahan Musyafak, dalam seminar internasional tentang perkembangan Islam politik kontemporer di Timur Tengah. Seminar tersebut diikuti sekitar 350 peserta secara luring dan daring.
Seminar bertajuk “Political Islam in a Changing Era: Understanding Contemporary Islamic Politics in the Middle East” digelar di Ruang Teater Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Kamis (5/11/2026).
Stéphane Lacroix merupakan Visiting Professor di Yang benar UIII (Universitas Islam Internasional Indonesia) sekaligus Senior Researcher di Centre de Recherches Internationales (CERI), Sciences Po, Paris. Sementara itu, Prof. Dr. Najahan Musyafak, M.A., merupakan Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Walisongo Semarang.
Peserta seminar berasal dari berbagai wilayah, termasuk Lombok, Madura, dan Patani. Kehadiran peserta secara luring dan daring menunjukkan jangkauan diskusi akademik yang melampaui lingkungan kampus.

Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Muhyar Fanani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut menjadi ruang akademik untuk memperluas pemahaman mengenai perkembangan Islam politik kontemporer.
“Seminar ini tidak hanya menjadi ruang untuk memahami Islam politik dalam praktik, tetapi juga bagaimana Islam politik merespons perubahan zaman dan berbagai persoalan global,” ujar Muhyar.
Ia berharap forum akademik tersebut dapat mempertemukan beragam perspektif dan memperkaya diskusi mengenai dinamika politik Islam, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, yang membuka seminar sekaligus menjadi keynote speaker, menekankan pentingnya melihat Islam politik dalam konteks yang lebih luas.
“Kita tidak hanya berbicara tentang Islam dalam tindakan, tetapi juga bagaimana Islam politik dapat beradaptasi, merespons berbagai persoalan, dan menyebarkan ajarannya di tengah perubahan zaman,” kata Musahadi.

Musahadi juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran kedua narasumber dalam seminar tersebut. Menurutnya, forum semacam ini penting untuk terus mengeksplorasi perkembangan Islam politik secara berkelanjutan.
“Saya sangat senang dengan kehadiran dua pembicara dalam seminar ini. Melalui forum ini, kita dapat terus mengeksplorasi Islam politik secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap seminar tersebut dapat berlangsung secara menarik dan memberikan manfaat bagi pengembangan kajian akademik.
“Semoga seminar ini menjadi forum yang insightful, menarik, dan memberikan dampak positif bagi pengembangan kajian Islam politik,” tuturnya.
Melalui seminar ini, Pascasarjana UIN Walisongo Semarang berupaya memperkuat ruang dialog akademik mengenai Islam politik kontemporer. Perspektif internasional yang dihadirkan diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang hubungan Islam, politik, dan perubahan global.


