UIN Walisongo, Malaysia, 8 Agustus 2026 — Tim Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang membawa misi memperkenalkan, mendokumentasikan, meneliti, dan melestarikan biodiversitas Indonesia melalui rangkaian kegiatan di Malaysia. Kegiatan yang melibatkan bidang Biologi dan Teknik Lingkungan ini menyasar pendidikan, masyarakat, dan dunia akademik.
Rangkaian kegiatan diawali pada 4 Agustus 2026 di Sanggar Belajar Kampung Baru melalui program Young Biodiversity Explorer. Dr. Baiq Farhatul Wahidah, M.Si. dan Dian Ika Aryani, M.T. mengajak anak-anak Indonesia di Malaysia mengenal tumbuhan melalui pengamatan langsung dan pembuatan herbarium kreatif. Kegiatan ini menjadi upaya menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan, dan kepedulian terhadap biodiversitas Indonesia sejak dini.
Pada 5 Agustus, tim bertemu dengan peneliti Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) untuk membahas peluang kolaborasi dalam bidang biodiversitas, etnobotani, pengetahuan tradisional, dan konservasi. Diskusi menekankan pentingnya mendokumentasikan pengetahuan masyarakat mengenai tumbuhan serta melibatkan masyarakat sebagai mitra dalam upaya pelestarian biodiversitas.
Puncak kegiatan berlangsung pada 8 Agustus melalui Guest Lecture di Faculty of Science, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), yang disampaikan oleh Dr. Baiq Farhatul Wahidah, M.Si. dengan tema “Biodiversity of Amorphophallus in Indonesia: Diversity, Identification, Potential & Conservation.” Materi memperkenalkan keragaman Amorphophallus Indonesia, termasuk potensi ekonomi, ekologis, ilmiah, serta pentingnya konservasi. Kajian juga menyoroti perlunya identifikasi, DNA barcoding, perlindungan habitat, konservasi in situ dan ex situ, serta penelitian lebih lanjut.
Dalam kesempatan tersebut, buku Amorphophallus di Tanah Jawa turut diserahkan kepada sivitas akademika UTM sebagai bentuk dokumentasi dan diseminasi pengetahuan biodiversitas Indonesia.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian biodiversitas dapat dimulai dari berbagai ruang, mulai dari pendidikan anak-anak, dokumentasi pengetahuan masyarakat, hingga penelitian dan kolaborasi akademik internasional. Bagi Tim UIN Walisongo, biodiversitas Indonesia bukan sekadar objek penelitian, melainkan kekayaan yang perlu dikenalkan, didokumentasikan, diteliti, dan diperjuangkan agar tetap lestari bagi generasi mendatang


