Falling in Love with Semarang Sky: International Students of UIN Walisongo Amazed by Solar Observation at Planetarium

UIN Walisongo Online, Semarang- Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang kembali menjadi magnet bagi tamu internasional. Kali ini, sejumlah mahasiswa internasional UIN Walisongo Semarang yang berasal dari Yaman, Sudan, Mesir, dan negara Timur Tengah lainnya melakukan kunjungan edukatif untuk mengenal astronomi Islam, Kamis (29/10/2026).

Bertempat di rooftop observatorium, para mahasiswa diajak untuk melakukan observasi Matahari secara langsung menggunakan Teleskop Takahashi EM-200 dan teleskop portable berteknologi GoTo. Pendampingan dilakukan langsung oleh tim edukator Planetarium UIN Walisongo.

Antusiasme terlihat jelas. Seperti tampak pada dokumentasi, seorang mahasiswa dengan khusyuk mengintip Matahari melalui okuler teleskop. Pengalaman langka ini menjadi yang pertama bagi sebagian besar dari mereka melihat penampakan Matahari dan bintik Matahari (sunspot) secara real-time di lingkungan kampus Islam.

“This is an amazing experience. I never expected an Islamic campus to have such a complete observatory. Here we learn that Islamic Astronomy (Ilmu Falak) is an important part of Muslim life for determining prayer times and Qibla direction,” said a student from Yemen.

Kepala Laboratorium Terpadu Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program internasionalisasi kampus.

“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa UIN Walisongo tidak hanya unggul dalam studi Islam, tetapi juga dalam sains dan teknologi astronomi. Planetarium ini adalah jembatan antara tradisi dan modernitas, antara Al-Qur’an dan sains alam semesta,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dengan pose salam Walisongo Muda di atas rooftop dengan latar teleskop dan langit Semarang. Para mahasiswa mengaku sangat terkesan dan berjanji akan kembali untuk observasi malam hari untuk melihat bulan dan bintang.