Kolaborasi dengan Puskesmas dan Posyandu, KKN UIN Walisongo Gelar Pengobatan dan Cek Kesehatan Gratis

UIN Walisongo Online, Kabupaten Semarang – Komitmen mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat diwujudkan melalui kegiatan pengobatan dan cek kesehatan gratis. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KKN UIN Walisongo dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Banyubiru dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Mawar Indah.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/8/2026) tersebut menyasar masyarakat di Dusun Kendal Ngisor, Dusun Kendal Duwur, dan Dusun Tlompak, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Selain memperoleh layanan pengobatan, masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Bidan Pos Kesehatan Desa (PKD) Wirogomo, Anis Kastikaningrum, menjelaskan bahwa layanan pengobatan gratis tersebut tidak terbatas pada jenis penyakit tertentu. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan untuk berbagai keluhan kesehatan, baik penyakit menular maupun tidak menular.

“Pengobatan gratis itu tidak memiliki spesifikasi tertentu. Baik penyakit menular maupun tidak bisa diobati,” jelasnya.

Menurut Anis, kegiatan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi bagian dari upaya deteksi dan pencegahan dini terhadap berbagai masalah kesehatan yang dialami masyarakat. Hal tersebut dinilai penting mengingat sebagian masyarakat, khususnya di Dusun Kendal Duwur, memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.

“Sebenarnya bisa jadi pencegahan dini, karena masyarakat Dusun Kendal Duwur itu terbatas akses jalan ke PKD maupun Puskesmas,” tuturnya.

Ia menambahkan, kehadiran layanan kesehatan secara langsung di tengah masyarakat dinilai efektif karena dapat menjangkau warga yang selama ini menghadapi kendala dalam mengakses fasilitas kesehatan.

“Bisa efektif karena menjangkau seluruh masyarakat. Menjangkau dari beberapa hal yang tidak bisa diakses oleh PKD maupun Puskesmas,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu anggota Posyandu Mawar Indah Dusun Kendal Duwur, Atikah Asiningrum, mengungkapkan bahwa sejumlah penyakit seperti diabetes, kolesterol, dan tekanan darah tinggi cukup banyak ditemukan di lingkungan masyarakat setempat.

Atikah menyebut masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan secara langsung memberikan manfaat bagi warga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan.

“Alhamdulillah masyarakatnya antusias, sangat berterima kasih karena ada pengobatan gratis,” imbuhnya.

Senada dengan Anis, Koordinator Kesehatan dan Lingkungan KKN UIN Walisongo Posko 59, Muhammad Alif Syarifuddin, mengatakan keterbatasan akses menjadi salah satu alasan pentingnya kegiatan pelayanan kesehatan secara langsung di tengah masyarakat Desa Wirogomo.

“Di Desa Wirogomo akses untuk ke pusat kesehatan cukup sulit. Masyarakat, terutama lansia, sangat sulit untuk turun dan cek kesehatan di Puskesmas,” terangnya.

Alif menjelaskan, pelaksanaan pengobatan gratis tersebut tidak terlepas dari sinergi antara mahasiswa KKN dengan berbagai pihak, mulai dari PKK, Posyandu, Puskesmas, hingga tenaga medis. Selain pemeriksaan dan pengobatan, masyarakat juga mendapatkan obat untuk sejumlah keluhan kesehatan dasar, khususnya bagi kelompok lanjut usia.

“Koordinasi dengan PKK, Posyandu desa, dan Puskesmas, serta dokter. Di sisi lain ada juga obat untuk penyakit dasar lansia,” papar Alif.

Lebih dari sekadar memberikan layanan kesehatan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Alif berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Semoga kegiatan ini tak terhentikan di kali ini saja, ada pengobatan rutin setiap bulan, masyarakat sadar akan kondisi kesehatan,” harapnya.

Melalui kolaborasi tersebut, KKN UIN Walisongo tidak hanya menghadirkan kontribusi mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi dengan fasilitas dan kader kesehatan setempat. Upaya ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus langkah untuk mendorong akses layanan kesehatan yang lebih dekat, inklusif, dan berkelanjutan.