UIN Walisongo Online, Demak – Kelompok KKN MIT Posko 111 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang turut berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan melalui ikut serta dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim) di Desa Botorejo. Kegiatan yang berlansung mulai dari hari kamis (23/07/26) hingga hari Ahad (02/08/26) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perubahan iklim dan dampaknya serta mendorong kemandirian masyarakat dalam melaksanakan adaptasi perubahan iklim.
Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan program nasional yang mendorong masyarakat untuk melaksanakan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak, seperti desa, kelurahan, atau lingkungan RW/RT. Kegiatan Proklim mencakup pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi sumber daya air, penghematan energi, serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam menjalankan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Botorejo, Kelompok KKN MIT Posko 111 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Botorejo dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak. Kolaborasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya aksi nyata dalam mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus menyusun dokumentasi pelaksanaan Proklim di desa tersebut.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan meliputi penanaman pohon di lingkungan sekolah, pemasangan biopori di berbagai titik desa, kegiatan sanitasi lingkungan, serta pengelolaan dan daur ulang sampah. Selain menyasar masyarakat umum, kegiatan Proklim juga dilaksanakan di lingkungan sekolah sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Mulyanto, AP, M.SI, M.H selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak turut hadir dalam verifikasi online menyampaikan bahwa pengenalan lingkungan hidup sehat perlu diberikan kepada masyrakat agar perilaku hidup bersih dan sehat dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan.
Pengenalan lingkungan hidup sehat perlu ditanamkan kepada masyarakat agar mereka terbiasa menjalankan kebiasaan hidup sehat dan dapat menerapkannya.
Kepala Desa Botorejo Masrukhin menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi masyarakat dalam menjalankan Proklim. Selain membantu aspek administrasi dan dokumentasi, mahasiswa juga berperan sebagai pendamping dalam pelaksanaan kegiatan lingkungan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Pemerintah Desa Botorejo menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dinilai mampu memperkuat pelaksanaan Proklim serta meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim, seperti cuaca ekstrem, berkurangnya kualitas lingkungan, dan potensi bencana alam.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan. Pendampingan Proklim di Desa Botorejo diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan desa yang tangguh terhadap perubahan iklim serta mendukung pembangunan berkelanjutan melalui partisipasi aktif masyarakat.


