Tingkatkan Kompetensi Pejabat, UIN Walisongo Semarang Kirimkan Dua Peserta PKN II

UIN Walisongo Online, Semarang – UIN Walisongo Semarang mengirimkan dua peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.  yang diselenggarakan oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Kementerian Agama mulai tanggal 4 Agustus sampai  dengan 4 Desember 2026.

Mereka adalah Nasrudin, S.Ag., M.M., Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) dan Muhammad Sirojudin Munir, S.Ag., M.M, Analis SDM Aparatur Ahli Madya yang diberi tugas tambahan sebagai Ketua Tim Kerjasama Kelembagaan dan Humas. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan mompetensi, kemampuan manajerial dan kepemimpinan strategis bagi aparatur sipil negara. 

Mereka dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan setelah mengikuti serangkaian seleksi kepesertaan PKN II melalui beberapa tahap dengan berkompetisi bersama 64 peserta lainnya dari seluruh Indonesia yang dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara Jakarta. Seleksi meliputi seleksi administrasi, ujian tertulis atau tes substansi, penilaian kompetensi (assessment) dan wawancara.

Pelaksanaan PKN II ini dibuka pada tanggal 4 Agustus 2026 oleh Menteri Agama RI, dan diikuti oleh 60 orang peserta.  Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala BMBPSDM Kementerian Agama, dan para pejabat di lingkungan Kementerian Agama. Sementara Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag sebagai mentor hadir melalui zoom meeting.

Kegiatan pembukaan diawali dengan laporan Kepala BMBPSDM Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani. Dalam laporannya dia menyampaikan bahwa penyelenggaraan PKN Tingkat II menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas lembaga pelatihan setelah Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) memperoleh akreditasi B untuk penyelenggaraan PKN Tingkat II.

“Kami berharap dan terus berusaha agar pada tahun berikutnya dapat memperoleh nilai akreditasi yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara dalam sambutnnya, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasarddin, MA menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan merupakan kawah candradimuka yang sangat strategis dalam perjalanan karier Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya untuk mendorong perubahan nyata di lingkungan kerja masing-masing.

“Pelatihan ini menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karier ASN. Saudara telah membuat sejarah bagi diri sendiri untuk mempersiapkan diri menduduki jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menag menekankan bahwa tantangan birokrasi masa kini menuntut seorang pejabat tidak hanya mahir secara manajerial, tetapi juga visioner. Ia meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. yang sukses memadukan visi strategis dengan tata kelola organisasi yang efektif.

“Seorang pemimpin harus mampu menguasai manajemen makro sekaligus menjadi manajer yang baik dan adaptif. Kepemimpinan modern menuntut kemampuan membangun sistem yang kuat sehingga organisasi dapat berjalan secara efektif dan adaptif terhadap perubahan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Menag mengingatkan pentingnya birokrasi mengadopsi konsep-konsep manajemen modern demi menjawab tantangan era yang makin kompleks. Meski demikian, kepemimpinan di Kemenag harus tetap berakar pada nilai keikhlasan, konsistensi, dan integritas yang tergabung dalam konsep ISTIQOMAH (Ikhlas, Sabar, Tawadhu’, Ihsan Qona’ah, Amanah, Muru’ah, Akhlak dan Haya).

Menanggapi kegiatan tersebut, Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag sangat mendukung dan akan menfasilitasi terhadap kebutuhan yang diperlukan untuk kepentingan pengembangan Lembaga. Rektor juga berpesan kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya dan memanfaatkan kesempatan atas petalihan tersebut karena banyak hal yang akan diperoleh untuk meningkatkan kompetensi dan meningkatkan layanan yang jauh lebih inklusif serta solutif.