UIN Walisongo Online, Makkah – Kawasan Ajyad Masofi terletak sangat dekat dengan Masjidil Haram, tepatnya berada di ruas jalan depan As Safwah Hotel. Kawasan yang terbilang cukup luas ini dipenuhi berbagai fasilitas publik, seperti hotel, minimarket, pusat perbelanjaan, hingga terminal bus.
Dalam perjalanan mengitari Ajyad Masofi pada Rabu (29/7/2026), tim Mahasiswa KKN Internasional Arab Saudi yang beranggotakan 28 peserta melewati Terminal Ajyad. Meski tidak seluas Terminal Jarwal, terminal ini tampak cukup bersih dan hidup berkat hadirnya pusat perbelanjaan di sekitarnya. Pertokoan tersebut menjual aneka ragam kebutuhan, mulai dari parfum, emas, pakaian, hingga jajanan seperti es krim.
Akomodasi Hotel dan Keberadaan Masjid Al-Nafi
Di tengah deretan hotel yang memadati kawasan tersebut, Ahmad Nasirul Chalif, anggota divisi Koordinator Lapangan KKN Internasional sekaligus pemandu city tour, membeberkan potensi hunian bagi para jemaah.
“Hotel Ajyad menawarkan fasilitas yang mumpuni dengan harga kompetitif. Hotel ini bisa menjadi opsi hunian yang tepat bagi para peziarah,” ujar Nasirul.
Setelah menempuh rute jalan yang cukup menanjak, Ririn, anggota KKN yang mendampingi Nasirul, menyarankan tim untuk mengamati Masjid Al-Nafi yang berdiri di ujung kawasan.
“Masjid Al-Nafi ini merupakan tempat ibadah warga lokal yang lokasinya terbilang cukup berjarak dari Masjidil Haram. Oleh warga sekitar, tempat ini juga sering disebut sebagai mushola lokal,” kata Ririn.

Fasilitas Zamzam Tower dan ‘Hidden Gem’ Tempat Sholat
Usai melakukan observasi di Masjid Al-Nafi, tim diarahkan untuk menelusuri Zamzam Tower. Selain jam raksasa yang menjadi ikon legendaris, bangunan ini memuat pusat perbelanjaan megah yang menyediakan makanan, pakaian, perlengkapan rumah tangga, parfum, hingga minimarket.
Untuk pemenuhan kebutuhan logistik, tim merekomendasikan dua minimarket di kawasan ini:
* Bin Daud: Terletak di sebelah kanan pintu masuk mal Zamzam Tower.
* Abraj: Berada di lantai P3 yang dapat diakses menggunakan lift maupun eskalator.
Tak hanya pusat perbelanjaan, tim KKN juga menemukan ruang ibadah yang menghadap langsung ke Masjidil Haram, yakni Al Abraj Al Bait Prayer Hall. Ruang sholat untuk wanita berada di lantai P10, sedangkan untuk pria terletak di lantai P9.
Karena posisinya yang berhadapan langsung dengan Masjidil Haram, pelaksanaan sholat di mushola ini menginduk langsung pada makmum dan imam Masjidil Haram. Masyitoh, salah satu anggota KKN, mengungkapkan bahwa tempat ini sangat nyaman dan cocok bagi jemaah yang menginginkan suasana tenang tanpa harus berdesak-desakan, terutama menjelang waktu sholat. Selain itu, di area tersebut juga sudah disediakan fasilitas air minum gratis.
“Kendati demikian, aturan ketertiban di sini berlaku sangat ketat, salah satunya adalah larangan membunyikan ponsel agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah,” tegasnya.
Penguasaan Medan untuk Bantu Jemaah Tersesat
Kegiatan city tour kedua ini bertujuan agar mahasiswa KKN dapat menguasai daerah sekitar Haram, khususnya menilai dan mempertimbangkan beberapa hotel yang ada di lokasi setempat. Hal ini tentunya mendukung program kerja lain dalam membantu jemaah yang tersesat.
Dengan penguasaan medan yang matang, mahasiswa akan lebih mudah membantu jemaah kembali ke hotel mereka. Selain itu, pengetahuan seputar Zamzam Tower dengan berbagai fasilitasnya juga menunjang pemahaman mahasiswa tentang lokasi sekitar, yang nantinya dapat disalurkan kepada jemaah Indonesia.
Kegiatan city tour ini diakhiri dengan observasi di sekeliling area Zamzam Tower. Tim mahasiswa kemudian kembali ke pemondokan masing-masing usai melaksanakan sholat Isya berjamaah.


