KPID Jateng-UIN Walisongo Edukasi Mahasiswa Jaga Kesehatan Mental di Ruang Digital

UIN Walisongo Online, Semarang  – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Himpunan Mahasiswa Jurusan(HMJ)  Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang untuk mengedukasi mahasiswa mengenai pentingnya literasi media dan menjaga kesehatan mental dalam beraktivitas di ruang digital.Kolaborasi ini dilaksanakan dalam bentuk Seminar “KPID Goes To Campus”  yang dilaksanakan pada Kamis (23/4/2026)

Ketua KPID Jawa Tengah Muhammad Aulia A,SS., MM., CH., CHA.   mengatakan bahwa masyarakat saat ini terjebak dalam ekosistem digital yang “berisik” dan seringkali dipaksa mengonsumsi konten berkualitas rendah yang hanya mengejar viralitas.

“Berdasarkan IDN Research Institute sekitar 78,2 persen masyarakat Indonesia langsung mengakses telepon seluler 1 menit saat bangun tidur. Ketergantungan ini membuat kita rentan terpapar konten yang menonjolkan kenestapaan atau drama yang sebenarnya tidak berdampak positif bagi psikologis,” kata Aulia dalam seminar bertajuk “Bijak Bermedia Sosial: Bangun Generasi Sehat Mental dan Digital”.

Ia mengkritisi tren media saat ini yang sering mengeksploitasi kesedihan demi popularitas. Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengambil jarak atau “jeda” dari rutinitas digital agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus informasi yang masif.

Ketua Jurusan KPI FDK UIN Walisongo Silvia Riskha Fabriar,M.S.I menyatakan bahwa literasi digital bagi mahasiswa komunikasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban. Sebagai calon praktisi komunikasi, mahasiswa dituntut menjadi produsen konten yang bertanggung jawab.

“Mahasiswa KPI tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi kreator yang paham etika dan regulasi penyiaran, sehingga konten yang dibagikan tidak berdampak buruk pada masyarakat luas.Harapannya  kolaborasi strategis antara akademisi dan regulator penyiaran ini dapat terus berlanjut guna mencetak generasi komunikator yang kritis,” ujar Silvia.

Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama   FDK UIN Walisongo Semarang Dr. Siti Prihatiningtyas mengingatkan mahasiswa untuk menerapkan prinsip saring sebelum sharing guna menghindari fenomena FOMO (fear of missing out) yang memicu gangguan mental.

“Media sosial itu bagaikan pisau bermata dua. Jika tidak bijak, ia bisa berbalik merusak kesehatan mental penggunanya. Maka, bicaralah yang baik di media sosial atau lebih baik diam,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua HMJ KPI UIN Walisongo Dawausyauqi Nazalal Furqon menyampaikan tema ini diangkat karena media sosial kini menjadi ruang hidup disana bisa belajar dan berkembang namun bisa jadi tekanan overthinking dan gangguan mental. Maka tema ini diangkat karena ingin mahasiswa KPI bijak bermedia. Mahasiswa lebih kritis dalam menggunakan media dan pentingnya kesehatan mental ditengah arus digital.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater ISDB Sosial Humaniora tersebut turut menghadirkan dua pemateri dari KPID Provinsi Jawa Tengah  yakni H.M.Noer Huda,S.Pd,S.H. selaku Korbid Isi Siaran KPID Provinsi Jawa Tengah dan Anas Syahirul Alim, S.Sos.,M.I.Kom. selaku Anggota Bidang Isi Siaran KPID Provinsi Jawa Tengah. sebagai narasumber utama yang memaparkan aspek regulasi dan pengawasan konten di media.