UIN Walisongo–IGRA Riau Bersinergi Perkuat Peran Ayah dalam Literasi Spiritual Anak

UIN Walisongo Online, Indragiri Hulu – Kegiatan pengumpulan data penelitian kolaboratif antara tim peneliti dari UIN Walisongo Semarang dan IGRA Provinsi Riau dilaksanakan pada Selasa (21/04/2026), di Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah MoRA LPDP–Kemenag yang menitikberatkan pada penguatan fungsi keluarga dalam pendidikan anak usia dini.

Penelitian bertajuk “Revitalisasi Peran Ayah sebagai Agen Literasi Spiritual melalui Kegiatan Read Aloud Anak Usia Dini” melibatkan para ayah dari peserta didik Raudhatul Athfal (RA) sebagai subjek utama. Melalui metode membaca nyaring (read aloud), para ayah diajak untuk berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini kepada anak.

Tim peneliti terdiri atas Erfan Soebahar, Fatah Syukur, Chyndy Febrindasari, Azizatur Rahma, Fajar Aditya, dan Henik Nurul Aini. Kehadiran tim disambut oleh Ketua PW IGRA Provinsi Riau, Kartika Nurwita Kurniati, yang mengapresiasi terlaksananya kerja sama tersebut.

Kartika menyampaikan bahwa kolaborasi ini memberikan dampak positif dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran di RA, kegiatan ini juga mendorong keterlibatan orang tua, khususnya ayah, serta dapat menunjang aspek penilaian dalam akreditasi lembaga. Ia berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat diterapkan secara lebih luas.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Erfan Soebahar menegaskan bahwa figur ayah memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan spiritualitas anak. Ia mencontohkan bahwa dalam Al-Qur’an, peran ayah tergambar melalui kisah para nabi, seperti Nabi Ya’qub dan Nabi Muhammad, yang menjadi teladan dalam mendidik keluarga dengan nilai-nilai keimanan.

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dirumuskan model penguatan peran ayah yang lebih kontekstual dan mudah diterapkan. Sinergi antara UIN Walisongo dan IGRA Riau ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif, dengan keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak.