Kunjungan Strategis Universitas IVET ke UIN Walisongo Semarang: Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan Transnasional.

UIN Walisongo Online, Semarang – Delapan pimpinan Universitas IVET Semarang melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke kampus Universitas Islam Negeri UIN Walisongo Semarang pada Rabu (20/5/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2 Gedung Kyai Sholeh Darat, Rektorat UIN Walisongo tersebut menjadi momen penting bagi kedua institusi pendidikan tinggi asal ibu kota Jawa Tengah untuk berbagi pengalaman sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis di berbagai bidang kelembagaan.

Rombongan Universitas IVET dipimpin langsung oleh Rektor Dr. Luluk Elyana, S.Pd.I., M.Si., dengan didampingi oleh jajaran wakil rektor dan pejabat kampus.

Kehadiran mereka diterima secara langsung oleh Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., bersama jajaran wakil rektor dan sejumlah kepala unit, termasuk Kepala Kantor Internasional Agus Mutohar, MA., Ph.D.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas IVET Dr. Luluk Elyana menyampaikan bahwa silaturahmi ini memiliki ikatan sejarah yang kuat bagi institusinya. Universitas IVET sebelumnya telah mendapat dukungan nyata dari UIN Walisongo, khususnya pada periode kepemimpinan Prof. Nizar, dalam proses pembukaan program studi baru jenjang Magister termasuk untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam. Hasil dari kerja sama tersebut kini berjalan sukses dengan mencatatkan seratus lima puluh mahasiswa aktif yang menempuh studi di sana.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan UIN Walisongo selama ini. Kedatangan kami hari ini adalah untuk melanjutkan, merawat, dan mempererat hubungan baik yang sudah terjalin ini agar terus berdampak positif bagi institusi,” ujar Dr. Luluk Elyana di hadapan para pimpinan universitas yang hadir.

Selain membahas program pascasarjana, Dr. Luluk juga memaparkan perkembangan Program Studi Ilmu Kesehatan, khususnya bidang Gizi, yang terus mencatat animo tinggi dan menjadi salah satu program studi paling diminati di Universitas IVET.

Dalam kunjungan ini, pihak IVET secara khusus ingin menjajaki kerja sama di bidang Penerimaan Mahasiswa Baru atau PMB. Wakil Rektor Tiga Universitas IVET menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kerja sama lain di masa depan dan tidak membatasi kolaborasi hanya pada satu bidang saja.

Rektor UIN Walisongo Prof. Musahadi menyambut baik kunjungan tersebut dan mengajak seluruh pimpinan yang hadir untuk melihat esensi kolaborasi antarperguruan tinggi dari sudut pandang yang lebih luas dan setara. Menurutnya, dalam proses pembelajaran kelembagaan, tidak selalu universitas yang lebih kecil harus memosisikan diri belajar ke universitas yang lebih besar. Ia menekankan bahwa semua institusi pendidikan pada dasarnya bisa saling melengkapi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan.

Pandangan visioner tersebut ia perkuat dengan berkaca pada sejarah panjang perkembangan kampus hijau ini. Dahulu, IAIN Walisongo memiliki sejumlah fakultas cabang di luar kota seperti di Purwokerto, Salatiga, Kudus, dan Pekalongan. Cabang-cabang yang kala itu dipandang kecil kini seluruhnya telah menjelma menjadi universitas mandiri yang besar dan berdiri sejajar dengan UIN Walisongo Semarang.

Atas dasar itulah, Prof. Musahadi menyatakan keterbukaan penuh UIN Walisongo untuk menjalin kerja sama dan mempersilakan Universitas IVET memetakan potensi apa saja yang bisa ditawarkan maupun dibutuhkan bersama.

Peluang kerja sama yang konkret langsung ditawarkan oleh Kepala Kantor Internasional UIN Walisongo, Agus Mutohar, MA., Ph.D. Ia memperkenalkan program “Intensive International Industrial Talents Education Special Program” dari Taiwan, sebuah program internasional yang dirancang untuk menjaring talenta dari berbagai universitas di Indonesia guna mendapatkan pelatihan intensif di Taiwan selama satu tahun penuh.

Ke depan, Universitas IVET memiliki peluang besar untuk turut serta dilibatkan dalam program internasional ini. Pertemuan hangat tersebut kemudian ditutup oleh Prof. Musahadi dengan harapan agar kedua universitas dapat memberikan dampak nyata yang lebih besar bagi kemaslahatan masyarakat luas.