UIN Walisongo Online, Taiwan – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang terus memperkuat kerja sama internasional melalui program link and match antara pendidikan tinggi dan dunia industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program dual degree dan magang internasional bagi mahasiswa UIN Walisongo di sejumlah perusahaan teknik dan konstruksi terkemuka di Taiwan.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag menghadiri seremoni penandatanganan kontrak magang mahasiswa dengan sejumlah perusahaan konstruksi Taiwan yang diselenggarakan pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Mingshin University of Science and Technology (MUST), Taiwan, dengan dihadiri Kepala Pusat Layanan Internasional, perwakilan perusahaan mitra, mahasiswa peserta program, serta perwakilan pimpinan dan pengelola kerja sama internasional MUST.
Sejumlah perusahaan yang terlibat dalam program ini meliputi Chien Kuo Construction, Lijou Engineering Consultants, BES Engineering Corporation, dan Xu-Yuan Construction. Kolaborasi ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja profesional di lingkungan industri konstruksi Taiwan sekaligus memperluas wawasan, keterampilan teknis, dan kompetensi lintas budaya.
Program dual degree dan magang ini dirancang untuk menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan untuk memperoleh pengalaman akademik internasional, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam lingkungan kerja perusahaan, mengenal standar profesional industri, serta mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.
Salah satu daya tarik utama program ini adalah dukungan finansial yang diberikan kepada mahasiswa selama mengikuti program. Peserta memperoleh beasiswa biaya pendidikan tuition fee scholarship, tunjangan biaya hidup (living allowance), asuransi serta gaji magang sekitar Rp17 juta hingga Rp20 juta per bulan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menjalani studi dan magang di Taiwan sekaligus memberikan pengalaman internasional yang bernilai bagi pengembangan karier mereka.

Keterlibatan perusahaan-perusahaan konstruksi Taiwan juga menunjukkan pentingnya kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan sektor industri. Melalui skema ini, proses pendidikan diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teori di ruang kelas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan, membangun etos kerja profesional, dan memahami dinamika industri secara langsung.
Bagi UIN Walisongo, kerja sama dengan Mingshin University of Science and Technology dan perusahaan-perusahaan mitra di Taiwan merupakan langkah konkret dalam memperluas jejaring internasional serta meningkatkan relevansi pendidikan tinggi terhadap kebutuhan dunia kerja. Program ini juga sejalan dengan upaya universitas untuk menghadirkan pendidikan yang berorientasi global, memperkuat mobilitas mahasiswa, dan meningkatkan daya saing lulusan.
Seremoni penandatanganan kontrak magang tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara UIN Walisongo, MUST, dan dunia industri Taiwan. Melalui kolaborasi ini, ketiga pihak diharapkan dapat mengembangkan berbagai peluang kerja sama lanjutan, baik dalam bidang pendidikan, pengembangan kompetensi profesional, maupun penyiapan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Dengan mengintegrasikan pendidikan akademik, pengalaman kerja, dan dukungan industri, program dual degree dan magang internasional ini menjadi wujud nyata implementasi link and match UIN Walisongo. Program tersebut diharapkan dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, pengalaman internasional, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja global”, jelas Musahadi.


