Mahasiswa KKN UIN Walisongo Latih Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

UIN Walisongo Online, Banyubiru – Dalam upaya mendorong kepedulian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang yang bertugas di Desa Banyubiru menggelar pelatihan pengolahan minyak goreng bekas (jelantah) menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan yang digagas oleh Tim KKN Posko 56 Desa Banyubiru ini diikuti oleh ibu-ibu majelis taklim di Dusun Cerbonan, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Minggu (26/7/2026).

Bunga Kresna, mahasiswa KKN UIN Walisongo Desa Banyubiru sekaligus penggagas kegiatan, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut ditujukan untuk memberikan edukasi mengenai pengolahan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan.

“Tujuan pelatihan ini sebenarnya sederhana, yaitu mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengolah limbah minyak jelantah di rumah menjadi barang yang lebih bermanfaat, seperti lilin aromaterapi,” ujar Bunga.

Ia juga berharap, melalui pelatihan praktis ini, masyarakat tidak hanya berhenti pada tahap pemahaman, tetapi juga terdorong untuk mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

Inisiatif positif dari Tim KKN UIN Walisongo Desa Banyubiru ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Kris, salah satu peserta pelatihan, menuturkan bahwa keterampilan baru ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi keluarga.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi tahu cara memanfaatkan minyak jelantah. Selain berguna untuk pemakaian pribadi, produk lilin ini juga bisa dijual kembali untuk menambah penghasilan keluarga. Saya penasaran dan tertarik untuk segera mencobanya sendiri di rumah,” ungkap Kris.

Melalui program-program inovatif bernilai ekologis dan ekonomis seperti ini, Tim KKN UIN Walisongo Semarang terus berkomitmen untuk menghadirkan kontribusi nyata dan solusi berkelanjutan di tengah-tengah masyarakat tempat mereka mengabdi.