UIN Walisongo Online, Lombok Utara – Sebanyak 65 siswa kelas V dan VI SD Negeri 2 Santong, Kabupaten Lombok Utara, mengikuti kegiatan penguatan kesadaran lingkungan melalui edukasi pengelolaan sampah, praktik pemilahan sampah, deklarasi janji merawat bumi, dan penanaman pohon di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mendorong keterlibatan siswa dalam menjaga kelestarian alam melalui tindakan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pendidikan lingkungan disampaikan oleh Endang Supriadi, M.A., periset MoRA the Air Funds sekaligus Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah SD Negeri 2 Santong, Ainal Yaqin, S.Pd., serta dihadiri para guru dan didampingi asisten lapangan dari Santong.
Dalam penyampaian materi, Endang menekankan pentingnya pendidikan lingkungan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong siswa melakukan praktik nyata dalam menjaga kelestarian alam.
“Menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau orang dewasa. Anak-anak juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, dimulai dari kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan merawat tanaman,” ujar Endang.
Ia mengatakan, pendidikan lingkungan perlu dilakukan melalui pendekatan partisipatif agar siswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami persoalan ekologis.
“Ketika anak-anak belajar memilah sampah dan menanam pohon secara langsung, mereka tidak hanya memahami pentingnya lingkungan secara teoritis, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap kehidupan di sekitarnya,” katanya.

Siswa Praktik Memilah Sampah dan Menanam Pohon
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemilahan sampah. Para siswa diajak mengenali berbagai jenis sampah serta memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pemahaman bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan deklarasi atau sumpah janji merawat bumi. Dalam deklarasi tersebut, para siswa menyatakan komitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan, membuang dan memilah sampah dengan benar, serta merawat lingkungan sekolah.
Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari praktik pendidikan lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap pentingnya penghijauan.
Sekolah Berperan dalam Membentuk Budaya Peduli Lingkungan
Kepala Sekolah SD Negeri 2 Santong, Ainal Yaqin, S.Pd., menyambut positif kegiatan penguatan kesadaran lingkungan yang melibatkan siswa dan para guru.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pemahaman baru kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan, memilah sampah, serta merawat lingkungan sekolah,” ujar Ainal Yaqin.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal pembentukan kebiasaan ramah lingkungan yang diterapkan secara berkelanjutan, baik di sekolah maupun di rumah.
Keterlibatan guru dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat penanaman nilai-nilai kepedulian lingkungan melalui proses pembelajaran dan aktivitas sekolah.
Penguatan kesadaran lingkungan di SD Negeri 2 Santong menjadi salah satu upaya membangun budaya ekologis melalui pendidikan, pengalaman langsung, dan partisipasi siswa.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya menanamkan kesadaran ekologis sejak dini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya generasi yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan, keberlanjutan, dan kelestarian lingkungan di Lombok Utara.


