​Perkuat Kompetensi Monitoring Media, Humas UIN Walisongo “Bedah Dapur” Griya Solopos

​UIN Walisongo Online, Solo — Melanjutkan rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan, sebanyak 32 praktisi humas di lingkungan UIN Walisongo Semarang melakukan kunjungan lapangan ke Griya Solopos, Kamis (30/4/2026). Kunjungan ini menjadi sarana bagi para pelaksana kehumasan untuk melihat langsung praktik profesional manajemen media dan monitoring isu.

​Rombongan humas kampus diterima langsung oleh Pemimpin Operasional Solopos, Rini Yustiningsih. Dalam sambutannya, Rini mengapresiasi langkah UIN Walisongo yang ingin mendalami mekanisme kerja media massa secara lebih dekat.

​”Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman mengenai bagaimana media mengelola informasi di tengah arus digital yang begitu cepat. Sinergi antara humas institusi dan media massa sangat penting dalam membangun narasi publik yang sehat dan kredibel,” ungkap Rini.

Eksplorasi Manajemen Program

​Selama berada di Griya Solopos, rombongan dipandu oleh Division Head of Program Management Office, Tika Sekar Arum. Para peserta diajak berkeliling melihat langsung operasional ruang redaksi (newsroom), studio siniar, studio radio, hingga unit-unit digital yang menjadi motor penggerak informasi di Solopos Media Group.

​Tika menjelaskan bagaimana pengelolaan program dan monitoring media dilakukan secara terintegrasi. Hal ini sejalan dengan tema Bimtek yang sedang diikuti oleh staf UIN Walisongo, yakni teknik monitoring untuk penyusunan narasi strategis.

​”Dalam mengelola narasi, kita tidak hanya memproduksi konten, tapi juga harus memantau bagaimana audiens merespons. Di sini kita melihat bagaimana manajemen program dilakukan agar pesan yang disampaikan efektif dan tepat sasaran,” jelas Tika saat memandu rombongan.

Aplikasi Monitoring dan Narasi Strategis

​Ketua Tim KKH UIN Walisongo, Muhammad Sirojudin Munir, M.M., yang mendampingi rombongan, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tahap “observasi nyata” setelah para peserta mendapatkan teori di hari pertama.

​”Melihat langsung bagaimana Solopos melakukan monitoring isu dan mengelola kanal-kanal medianya yang multi platform memberikan perspektif baru bagi teman-teman humas. Kami ingin pulang dari sini membawa standar kerja yang lebih tinggi dalam menyusun narasi strategis kampus,” tutur Munir.

​Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif mengenai tantangan kehumasan di masa depan dan pemberian cinderamata sebagai simbol kolaborasi yang erat antara dunia pendidikan tinggi dan industri media. Dengan kunjungan ini, diharapkan tim humas di lingkungan UIN Walisongo semakin cakap dalam melakukan monitoring media dan responsif terhadap dinamika informasi.