UIN Walisongo Online, Semarang – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., melepas kontingen UIN Walisongo yang akan berlaga dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset PTKIN se-Indonesia (OASE) 2026. Pelepasan berlangsung di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung Kiai Saleh Darat UIN Walisongo, Selasa (3/11/2026).
Pada ajang tersebut, UIN Walisongo mengirimkan 19 atlet yang akan berkompetisi dalam 10 cabang lomba. Mereka diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama baik kampus di tingkat nasional.
Dalam arahannya, Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., memberikan motivasi kepada seluruh kontingen agar berangkat dengan kepercayaan diri dan semangat juang yang tinggi.
Menurutnya, OASE 2026 harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menunjukkan potensi, kemampuan, serta hasil persiapan yang telah dilakukan. Ia menegaskan bahwa setiap peserta memiliki peluang untuk unjuk kemampuan dan membuktikan posisi UIN Walisongo di antara perguruan tinggi lainnya.

“Berangkatlah dengan aura kebesaran. Kita berangkat dengan spirit juara. Kita ini hebat, jangan ciut,” pesan Prof. Musahadi.
Ia juga mengingatkan agar kontingen tidak hanya memiliki semangat menjadi juara, tetapi juga mempersiapkan diri secara matang. Persiapan tidak bisa dilakukan secara mendadak, melainkan membutuhkan proses, strategi, dan pembinaan yang berkelanjutan.
Rektor mengingatkan bahwa menjadi juara tidak cukup hanya dengan membangun citra sebagai kampus yang hebat. Prestasi harus dibuktikan melalui kemampuan dan hasil nyata di arena kompetisi.
“Kita jangan hanya bergaya seperti jawara, tetapi jago kandang. Kita harus berani menunjukkan kemampuan dan menampilkan yang terbaik dari versi kita,” tegasnya.
Untuk menghadapi kompetisi tersebut, Musahadi menyampaikan lima pesan kepada seluruh kontingen.
Pertama, seluruh peserta harus memiliki nyali dan keberanian dalam bertanding. Kedua, mematuhi strategi serta arahan yang diberikan oleh dosen pembimbing. Ketiga, terus memupuk motivasi berprestasi. Keempat, tidak melupakan doa dalam setiap ikhtiar. Kelima, senantiasa menjaga diri, nama baik keluarga, dan nama besar UIN Walisongo.

Melalui keikutsertaan dalam OASE 2026, Rektor berharap kontingen mampu mengharumkan nama almamater sekaligus membangun kembali tradisi prestasi UIN Walisongo.
“Mari kita besarkan kembali nama Walisongo. Saya berharap seluruh kontingen mampu menampilkan yang terbaik. Buktikan bahwa UIN Walisongo memiliki potensi dan layak diperhitungkan,” pungkasnya.



