UIN Walisongo Online, Semarang (26/07/2026) – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menerima kunjungan resmi dari Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, layanan kesehatan, riset, teknologi, dan investasi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kemitraan strategis antara UIN Walisongo dengan berbagai institusi dan pelaku industri dari Provinsi Fujian.
Delegasi yang dipimpin oleh Mr. Song Chaoyang, didampingi Mr. Wenjiu Ma dan Mr. Jia Li, disambut langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag, bersama jajaran Wakil Rektor serta pejabat universitas.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Walisongo menyampaikan bahwa kunjungan tersebut mencerminkan semakin eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok, khususnya Provinsi Fujian. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi, pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi internasional yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat global.
“UIN Walisongo berkomitmen menjadi Lighthouse of Civilization yang mengintegrasikan keunggulan akademik, inovasi ilmiah, kepemimpinan yang beretika, dan nilai-nilai Islam untuk menghasilkan dampak positif bagi pembangunan dunia,” ujar Prof. Musahadi.
Pada pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama strategis, antara lain pengembangan data center. Sektor tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung transformasi ekonomi berbasis inovasi di Indonesia.
Rektor juga menegaskan pentingnya penyiapan program bahasa Mandarin yang diamini oleh Delagasi Fujian untuk membuat HSK Center di kampus.
Selain itu, UIN Walisongo menawarkan kerja sama yang lebih luas melalui program pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, beasiswa internasional, serta peningkatan mobilitas akademik guna memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan jejaring global universitas.
Lebih jauh, Prof. Musahadi berharap dialog yang terbangun dapat menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai proyek kolaboratif yang melibatkan dunia akademik, industri, dan sektor investasi. Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya akan memberikan manfaat bagi kedua institusi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi regional serta memperkuat hubungan Indonesia dengan Provinsi Fujian dan kawasan ASEAN.
“Kemitraan yang berkelanjutan dibangun di atas kepercayaan, saling menghormati, nilai-nilai bersama, dan komitmen jangka panjang. Kami berharap pertemuan ini menjadi langkah awal lahirnya berbagai proyek strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan serta mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara,” ungkapnya.
Kunjungan Delegasi Fujian ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi UIN Walisongo dalam memperluas jejaring global sekaligus membuka peluang investasi dan inovasi yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, layanan kesehatan, penelitian, dan transformasi digital. Melalui kolaborasi yang semakin erat dengan mitra internasional, UIN Walisongo optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.


