UIN Walisongo Raih Penghargaan Kampus Responsif Gender Terbaik III Tingkat Nasional

UIN Walisongo Online, Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang berhasil meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Terbaik III dalam kegiatan Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang diselenggarakan pada tanggal 30 Juni sampai 3 Juli 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kerja nyata UIN Walisongo Semarang dalam mengembangkan tata kelola perguruan tinggi yang aman, inklusif dan berkeadilan gender, serta berorientasi pada perlindungan dan pemenuhan hak seluruh warga kampus.

Dalam ajang tersebut, IAI Tarbiyatut Tholabah Lamongan berhasil meraih penghargaan PTRG Terbaik I, sementara UIN Salatiga memperoleh penghargaan PTRG Terbaik II.

UIN Walisongo Semarang menempati posisi PTRG Terbaik III setelah melalui rangkaian proses penilaian yang mencakup portofolio program, kebijakan kelembagaan, praktik baik, serta komitmen perguruan tinggi dalam pengarusutamaan gender.

Penghargaan ini menjadi capaian penting bagi UIN Walisongo Semarang dalam memperkuat peran PSGA sebagai pusat pengembangan kajian, advokasi, edukasi, dan pendampingan isu gender serta perlindungan anak di lingkungan perguruan tinggi. Capaian tersebut juga menunjukkan keseriusan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, adil, setara, dan bebas dari diskriminasi maupun kekerasan.

Dr. Kurnia Muhajarah, M.S.I., selaku Ketua PSGA UIN Walisongo Semarang, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pimpinan universitas, tim PSGA, sivitas akademika, serta berbagai pihak yang telah mendukung penguatan program responsif gender di lingkungan kampus.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi bagi PSGA UIN Walisongo Semarang untuk terus memperkuat kebijakan, program, serta layanan yang responsif gender dan berpihak pada kelompok rentan,” ujarnya.

Menurutnya, penghargaan PTRG Terbaik III bukan hanya menjadi bentuk pengakuan atas capaian kelembagaan, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus menghadirkan inovasi dan praktik baik dalam mewujudkan perguruan tinggi yang aman, inklusif dan berkeadilan gender.

Ke depan, PSGA UIN Walisongo Semarang berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta mengintegrasikan perspektif gender dalam berbagai kebijakan, kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan layanan kemahasiswaan.

Capaian ini diharapkan dapat semakin menguatkan posisi UIN Walisongo Semarang sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berkomitmen menghadirkan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan dalam seluruh aspek kehidupan perguruan tinggi.