UM-PTKIN 2026 Digelar Serentak, 874 Peserta Ikuti Ujian di UIN Walisongo Semarang

UIN Walisongo Online, Semarang – Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 resmi memasuki tahap pelaksanaan ujian. Seleksi berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) tersebut digelar secara serentak di 59 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Di UIN Walisongo, pelaksanaan ujian dipusatkan di dua lokasi, yakni ICT Center UIN Walisongo. Sebanyak 874 peserta memilih kampus tersebut sebagai lokasi ujian dan dijadwalkan mengikuti tes dalam enam sesi selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa (8-9/6/2026).

Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 4.744 calon mahasiswa mendaftar ke UIN Walisongo untuk memperebutkan 1.650 kursi yang tersedia melalui jalur UM-PTKIN.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Amien Suyitno menekankan pentingnya penyelenggaraan ujian yang berjalan optimal dan minim kendala. Selain memastikan seluruh proses berlangsung sesuai prosedur, panitia juga diminta melakukan identifikasi terhadap peserta yang tidak hadir saat ujian sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan seleksi pada tahun-tahun mendatang.

Selain itu, ia menegaskan komitmen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam menjunjung nilai inklusivitas. PTKIN, kata dia, terbuka bagi seluruh calon mahasiswa, termasuk peserta dari kalangan nonmuslim yang ingin menempuh pendidikan tinggi di lingkungan kampus keagamaan Islam negeri.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengerjakan dua kelompok materi ujian. Pertama, Tes Bakat Skolastik yang bertujuan mengukur kemampuan berpikir logis melalui aspek verbal, spasial, dan kuantitatif. Kedua, Tes Literasi yang mencakup literasi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Arab, kemampuan dasar baca tulis Al-Qur’an, literasi numerasi, serta literasi ajaran Islam.

Pada pelaksanaan sesi 2 turut meninjau peserta ujian, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo Prof. Dr. Imam Yahya beserta jajaran.

Salah seorang peserta, Zahra Qurrota A’yun, mengaku dapat mengikuti ujian dengan lancar tanpa mengalami kendala berarti. Meski demikian, ia mengakui beberapa soal matematika cukup menantang untuk dikerjakan.

“Walaupun soalnya cukup sulit, saya tetap berharap bisa diterima di PTKIN, khususnya UIN Walisongo. Semoga saya bisa membanggakan orang tua,” ujar Auli usai mengikuti ujian.

Pelaksanaan UM-PTKIN 2026 diharapkan dapat menjaring calon mahasiswa terbaik yang siap melanjutkan pendidikan tinggi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

HMS.