UIN Walisongo Online, Semarang — Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada Sabtu (22/8/2026). UIN Walisongo menggelar prosesi Wisuda Program Doktor (S.3) ke-43, Program Magister (S.2) ke-68, dan Sarjana (S.1) ke-101 Periode Agustus 2026 Sesi 1.
Berdasarkan Keputusan Rektor UIN Walisongo Semarang Nomor 453 Tahun 2026 tanggal 3 Agustus 2026, pada periode Agustus 2026 ini kampus secara keseluruhan meluluskan 2.016 wisudawan yang terbagi dalam dua sesi, terdiri atas 46 Doktor, 72 Magister, dan 1.898 Sarjana.
Adapun prosesi wisuda Sesi 1 (Sesi Pagi) secara khusus diikuti oleh 1.006 wisudawan yang berasal dari empat fakultas/unit:
• Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK): 463 lulusan Sarjana
• Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK): 216 lulusan Sarjana
• Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM): 209 lulusan Sarjana
• Pascasarjana: 72 lulusan Magister dan 46 lulusan Doktor
Para lulusan Sesi 1 berhasil mengukir prestasi akademik yang memuaskan dengan capaian predikat Cumlaude. Rata-rata IPK yang diraih untuk Program Doktor (S.3) mencatatkan angka 3,76, Program Magister (S.2) sebesar 3,77, dan Program Sarjana (S.1) sebesar 3,72.
Dengan tambahan kelulusan periode ini, sejak berdiri pada tahun 1970, UIN Walisongo Semarang tercatat telah mencetak total 64.528 alumni, dengan rincian 571 Doktor, 2.736 Magister, 59.841 Sarjana, 1.375 Ahli Madya, dan 105 Ahli Muda.

Ijazah Adalah Amanah dan Panggilan Pengabdian
Dalam sambutannya, Rektor UIN Walisongo menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh wisudawan beserta orang tua dan keluarga yang hadir. Rektor menyebut hari wisuda ini sebagai panggung kemenangan atas proses panjang yang ditempa oleh kesabaran dan ketekunan.
“Hari ini bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan pintu gerbang menuju babak baru kehidupan. Masa sekarang menuntut kepekaan, kecerdasan, dan kemampuan beradaptasi. Ingatlah, ijazah yang saudara genggam bukan hanya bukti otentik telah selesainya pendidikan tinggi, tetapi juga amanah untuk membawa ilmu, nilai, dan integritas ke tengah masyarakat,” tegas Rektor.
Rektor juga mengingatkan para wisudawan agar senantiasa berbakti dan memohon doa ridha dari orang tua yang telah berkorban tanpa lelah hingga mereka berhasil meraih gelar akademik.
Capaian Mutu Institusi dan Kisah Inspiratif Wisudawan
Dalam kesempatan tersebut, Rektor memaparkan komitmen peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan. Saat ini UIN Walisongo mengelola 55 program studi, dengan 37 Prodi telah berakreditasi Unggul dan 38 Prodi terakreditasi internasional oleh ACQUIN.

Suasana wisuda kian menyentuh saat Rektor membagikan kisah perjuangan dua wisudawan terbaik yang berhasil bangkit di tengah keterbatasan ekonomi:
Pertama, Yuda Agustian. Putra seorang buruh tani asal pelosok Tasikmalaya. Demi membiayai kuliahnya, Yuda bekerja keras melakoni berbagai pekerjaan sampingan, mulai dari karyawan toko, instruktur pramuka, barista, guru les, kurir, hingga asisten rumah tangga dosen. Ketekunannya membawanya lulus sebagai salah satu wisudawan terbaik.
Kedua, Nurina Zain. Putri pembuat marning jagung dari Desa Kaliwiro, Wonosobo. Sempat mengalami masa gap year selama dua tahun, pintu pendidikan tingginya terbuka melalui beasiswa KIP-Kuliah. Ia terus berjuang dan bekerja di setiap liburan semester hingga berhasil menyelesaikan studinya dengan membanggakan.
“Di balik toga yang mereka kenakan, terdapat doa, peluh orang tua, dan air mata perjuangan. Mereka membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan kebaikan dapat mengantarkan seseorang dari keterbatasan menuju pencapaian yang membanggakan,” ujar Rektor.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, bait pantun hangat dari Rektor, dan harapan agar seluruh wisudawan dapat menjadi pribadi yang saleh, bermanfaat, serta terus menjaga nama baik almamater UIN Walisongo Semarang di mana pun berada.


