UIN Walisongo Online, Semarang — Kehangatan dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan prosesi Wisuda Program Doktor (S.3) ke-43, Program Magister (S.2) ke-68, dan Sarjana (S.1) ke-101 Periode Agustus 2026 UIN Walisongo Semarang Sesi 2 (Sesi Siang) yang digelar di Auditorium Kampus 3, pada Sabtu (22/8/2026)).
Pada Sesi 2 ini, UIN Walisongo secara resmi mengukuhkan 1.010 wisudawan dan wisudawati. Pengukuhan ini sekaligus melengkapi total kelulusan UIN Walisongo pada periode Agustus 2026 menjadi 2.016 lulusan, setelah pada Sesi 1 pagi harinya meluluskan 1.006 wisudawan.
Adapun rincian peserta wisuda Sesi 2 terdiri dari lulusan lima fakultas: Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
Pesan Rektor: Siap Menjadi Pemimpin Perubahan
Dalam sambutannya, Rektor UIN Walisongo Semarang menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan para lulusan yang telah menempuh perjalanan panjang penuh kesabaran, ketekunan, dan perjuangan. Rektor menekankan bahwa di tengah dunia yang bergerak cepat serta penuh tantangan teknologi dan informasi, wisudawan dituntut untuk tidak berhenti belajar.
“Hari ini bukan hanya sebuah seremoni biasa, melainkan tonggak sejarah yang meneguhkan peran kita sebagai rumah lahirnya generasi cendekia. Jadilah manusia pembelajar sepanjang hayat yang mampu membaca zaman, berinovasi, dan menciptakan peluang. Pegang teguh integritas dan kejujuran. Masa depan adalah milik mereka yang berani melangkah lebih jauh, bekerja lebih keras, dan berpikir lebih luas,” tutur Rektor.
Rektor juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada para orang tua dan keluarga wisudawan atas pengorbanan, restu, serta doa yang tak pernah putus.

Penguatan Mutu Institusi dan Potret Wisudawan Tangguh
UIN Walisongo terus membuktikan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Hingga saat ini, kampus telah memperkuat kurikulum, kompetensi dosen, fasilitas, hingga budaya riset, yang dibuktikan dengan capaian 37 Program Studi terakreditasi Unggul serta 38 Program Studi yang menjalani akreditasi internasional oleh ACQUIN.
Kualitas dan ketangguhan lulusan UIN Walisongo turut dibuktikan melalui kisah inspiratif wisudawan terbaik pada Sesi 2:
Pertama, Muhammad Rizal Firdaus (Fakultas Syariah dan Hukum). Wisudawan asal Bangka Belitung ini lahir dari pengorbanan luar biasa orang tuanya yang rela menjual satu-satunya sepeda motor demi membiayai awal perkuliahannya. Di tanah rantau, Rizal mengajar mengaji untuk bertahan hidup dan tetap bangkit meski berkali-kali gagal memperoleh beasiswa, hingga akhirnya berhasil menjadi sarjana pertama di keluarganya dengan deretan prestasi akademik maupun nonakademik.
Kedua, Abdul Aziz Ahmad Yasin (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam). Aziz menempuh studi dengan ketekunan dan kesederhanaan, sembari mengajar Al-Qur’an di sekolah dan TPQ. Dengan disiplin belajar yang tinggi, Aziz berhasil meraih predikat wisudawan terbaik. Uniknya, predikat tersebut sengaja ia rahasiakan hingga hari H wisuda sebagai hadiah kejutan bagi kedua orang tuanya.
“Kisah mereka mengajarkan kepada kita bahwa di balik setiap toga yang dikenakan hari ini, ada pengorbanan orang tua, kerja keras, dan ketekunan yang terus dijaga,” puji Rektor.
Prosesi wisuda Sesi 2 ditutup dengan doa bersama dan penyampaian pantun khas dari Rektor yang mencairkan suasana auditorium.



