Aruna, AI Teman Belajar Ilmu Falak Karya Mahasiswa UIN Walisongo Raih Juara I OASE III PTKIN 2026

UIN Walisongo Online, YOGYAKARTA – Inovasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama Aruna yang dikembangkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berhasil meraih Juara I cabang Astronomi Islam/Ilmu Falak pada Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pada 4-6 November 2026. Inovasi tersebut menawarkan cara baru bagi masyarakat untuk mempelajari astronomi Islam melalui teknologi AI interaktif.Aruna dikembangkan oleh tiga mahasiswa UIN Walisongo, yakni Tengku Amanah Pratama, Muhammad Zuhairul Aziz, dan Dina Maysya Ayu Marta Virnanda. Karya berjudul “Integrasi Large Language Model dan Retrieval Augmented Generation pada Karakter (VTuber) sebagai Eskalasi Literasi Ilmu Falak di Era Digital” ini dirancang sebagai teman belajar ilmu falak yang dapat menjawab berbagai pertanyaan seputar astronomi Islam.Melalui Aruna, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai rukyatul hilal, penentuan awal bulan Hijriah, kalender Islam, serta berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan ilmu falak. Inovasi ini mengintegrasikan teknologi Large Language Model (LLM) dan Retrieval Augmented Generation (RAG) dengan karakter virtual atau Virtual YouTuber (VTuber) untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif.Salah satu keunggulan Aruna terletak pada penggunaan modul khusus ilmu falak yang disusun oleh tim pengembang sebagai sumber pengetahuan AI. Modul tersebut menjadi basis referensi dalam menghasilkan jawaban, sehingga informasi yang disampaikan lebih terarah dan sesuai dengan konteks keilmuan ilmu falak.”Kami ingin menghadirkan teknologi AI yang tidak hanya bisa menjawab pertanyaan, tetapi juga menjadi teman belajar masyarakat dalam memahami ilmu falak. Aruna dikembangkan dengan modul khusus yang kami susun berdasarkan referensi ilmu falak, bukan sekadar mengandalkan informasi umum dari internet. Dengan begitu, jawaban yang dihasilkan lebih terarah dan memiliki sumber rujukan yang jelas,” jelas tim mahasiswa pengembang Aruna.Penggunaan pendekatan RAG memungkinkan sistem mengambil informasi dari referensi yang telah disiapkan sebelum menghasilkan jawaban. Mekanisme ini diharapkan dapat mengurangi risiko jawaban yang tidak relevan atau menyimpang dari pembahasan ilmu falak. Sementara itu, karakter VTuber menjadi antarmuka interaktif yang membuat proses belajar terasa lebih komunikatif dan mudah diakses.Dosen pembimbing tim, Dr. Ahmad Adib Rofiuddin, M.S.I., mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa tersebut. Menurutnya, Aruna menjadi contoh bagaimana teknologi modern dapat dimanfaatkan untuk memperkuat literasi keilmuan Islam.”Aruna menunjukkan bahwa ilmu falak dapat dikembangkan melalui pendekatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Hal yang penting bukan hanya menghadirkan kecanggihan AI, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan yang disampaikan memiliki dasar referensi keilmuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Saya berharap inovasi ini terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.Pengembangan Aruna juga mendapat apresiasi dari ketiga juri pada cabang Astronomi Islam/Ilmu Falak. Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kreativitas mahasiswa dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan dengan pengembangan keilmuan Islam.Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., turut menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. Ia menilai inovasi Aruna mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tetap berpijak pada khazanah keilmuan Islam.”Kami mengapresiasi prestasi mahasiswa UIN Walisongo yang tidak hanya berhasil meraih juara, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghasilkan riset yang berdampak,” tutur Musahadi.Prestasi Aruna sekaligus menunjukkan potensi pengembangan teknologi digital sebagai sarana memperluas akses masyarakat terhadap ilmu falak. Melalui inovasi tersebut, mahasiswa UIN Walisongo berupaya menjadikan astronomi Islam lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan lebih mudah dipelajari di era digital.