UIN Walisongo Online, Yogyakarta – UIN Walisongo Semarang menorehkan prestasi dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Tahun 2026. Dalam kompetisi yang berlangsung di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 4–6 November 2026 tersebut, UIN Walisongo berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan, mulai dari Juara satu, dua, tiga hingga juara harapan.
Prestasi tersebut adalah juara I pada cabang Astronomi Islam atau Falak, juara 2 pada cabang Arsitektur Islam, serta juara 3 Olimpiade Kimia. Selain itu, mahasiswa UIN Walisongo juga meraih Juara Harapan I pada cabang Virtual Trading serta Nanoteknologi dan Kesehatan, Juara Harapan II pada cabang Musabaqah Qiraatil Kutub, serta mendapat penghargaan stand expo terinteraktif dengan pengunjung.
OASE III PTKIN 2026 secara resmi ditutup oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai tuan rumah serta seluruh pimpinan PTKIN yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.
Atas nama Kementerian Agama, Sahiron menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan. Menurutnya, OASE tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi dan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa melalui berbagai kegiatan, termasuk pameran stan yang turut berlangsung dengan baik.
Lebih jauh, Sahiron menegaskan bahwa pengembangan talenta mahasiswa melalui OASE menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pada momentum tersebut, Indonesia diharapkan mampu menjadi negara maju yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kemaslahatan masyarakat.
“OASE merupakan bagian kecil dari ikhtiar menuju The Golden Age of Indonesia. Sebab, pada 2045 nanti, kalianlah yang akan memimpin negara ini,” ujarnya.
Ia juga memaparkan sejumlah program Kementerian Agama yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan kepemimpinan mahasiswa. Di antaranya program Prima Magang yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa semester tujuh untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum lulus. Program yang telah berjalan sejak 2025 tersebut, menurutnya, menunjukkan hasil positif, dengan sekitar 16 persen peserta langsung diterima bekerja di perusahaan tempat mereka magang sebelum menyelesaikan studi.
Program lainnya adalah Akademi Kepemimpinan Mahasiswa (AKMINAS), yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan kepemimpinan melalui pembelajaran langsung dari para menteri. Kementerian Agama berharap program tersebut dapat kembali dilaksanakan pada akhir tahun ini.
Selain itu, penyelenggaraan OASE yang kembali digelar setelah tiga tahun tidak terlaksana menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mengembangkan potensi dan bakat mahasiswa PTKIN.
Sahiron berharap seluruh talenta mahasiswa terus dikembangkan agar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk menyediakan program pengembangan kapasitas maupun beasiswa yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.
Pada kesempatan penutupan tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan OASE PTKIN IV Tahun 2028.
Capaian UIN Walisongo dalam OASE III 2026 menjadi bukti kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan keunggulan akademik, sains, teknologi, dan keilmuan keislaman. Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam mencetak generasi unggul yang berdaya saing dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


