KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang Gelar Deteksi Dini Kesehatan Mental Remaja di Dusun Krajan

UIN Walisongo Online, Kabupaten Semarang — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 50 melalui Divisi Kesehatan melaksanakan program kerja bertajuk “Deteksi Dini Kesehatan Mental Remaja di Dusun Krajan” pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu rumah anggota Karang Taruna Dusun Krajan dan diikuti oleh rentang usia 15 tahun hingga dewasa awal sekitar 24 tahun.

Kegiatan ini mengangkat materi edukasi kesehatan mental remaja dengan tema “Membuka Mata terhadap Kesehatan Mental Remaja”. Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, memberikan kesempatan bagi peserta untuk melakukan deteksi dini kondisi kesehatan mental, serta mendorong remaja agar tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi permasalahan psikologis.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang Posko 50. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh salah satu anggota Posko 50, Ar Rayyan Mukti. Materi yang disampaikan membahas pentingnya kesehatan mental pada masa remaja, berbagai kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan mental, serta pentingnya mengenali tanda-tanda ketika seseorang mulai mengalami permasalahan kesehatan mental.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti screening kesehatan mental sebagai bagian dari deteksi dini. Hasil screening kemudian dijelaskan kepada peserta untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi yang teridentifikasi melalui proses tersebut. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa hasil screening merupakan bagian dari deteksi awal dan bukan diagnosis kondisi kesehatan mental. 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pandangan mengenai permasalahan kesehatan mental yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sesi tersebut menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk menghubungkan materi yang telah diberikan dengan pengalaman dan kondisi di lingkungan sekitar.

Antusiasme peserta terlihat dari respons yang diberikan setelah mengikuti kegiatan. Salah satu peserta, Nasrul Afif (18), mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai kesehatan mental dan cara menjaganya pada usia remaja.

“Menjadi sedikit lebih paham tentang penyebab rusaknya kesehatan mental remaja sebaya, dan mendapatkan wawasan untuk menanggulangi rusaknya kesehatan mental di usia dini,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Poppy Gio Septi A. (25) menyampaikan bahwa kegiatan membantunya memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus mengenali tandatanda ketika seseorang mengalami permasalahan kesehatan mental.

“Saya jadi lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengetahui tanda-tanda ketika seseorang sedang mengalami masalah kesehatan mental,” tuturnya.

Poppy juga menilai bahwa penyampaian materi yang mudah dipahami dan interaktif menjadi salah satu hal yang perlu dipertahankan dalam kegiatan serupa. Ia berharap kegiatan berikutnya dapat dilengkapi dengan diskusi maupun contoh kasus agar peserta semakin aktif dalam memahami isu kesehatan mental.

Melalui kegiatan “Deteksi Dini Kesehatan Mental Remaja di Dusun Krajan”, KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang Posko 50 berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan kesadaran kesehatan mental di kalangan remaja. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong remaja untuk lebih peka terhadap kondisi dirinya maupun orang di sekitarnya serta berani mencari bantuan yang tepat ketika menghadapi permasalahan kesehatan mental.